BUKU DIGITAL tanaman hias (ayu marta)

BUKU DIGITAL ANEKA TANAM AN HIAS PENULIS : AYU MARTANINGRUM KELAS : X PEMASARAN 2 NO : 2 SMK NEGERI 2 PURWOREJO KATA PANGANTAR Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Panyayang, saya panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada saya, sehingga saya dapat menyelesaikan tugas membuat buku digital. Buku digital ini telah saya susun dengan maksimal dan mendapatkan bantuan dari berbagai pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan tugas ini. Untuk itu kami menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam pembuatan makalah ini. Terlepas dari semua itu, saya menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu saya menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar kami dapat memperbaiki buku digital ini. Akhir kata saya berharap semoga buku digital tentang aneka tanaman ini dapat memberikan manfaat maupun inpirasi wisata terhadap pembaca. Purworejo,April 2016, Penyusun 1 1. Tanaman Sri Rejeki (Aglonema) Tanaman Sri Rejeki atau biasa disebut juga dengan tanaman aglaonema merupakan jenis tanaman yang dijadikan penghias taman di sekitar rumah. Tanaman yang mempunyai keindahan pada daunnya banyak dijadikan tanaman hias karena mempunyai warna yang beragam, selain itu juga mudah dalam hal perawatannya. Tanaman sri rejeki juga cepat beradaptasi dengan lingkungan baru, oleh karena meskipun ditaruh di dalam ruangan dengan sinar matahari yang minim tanaman ini bisa bisa bertahan hidup. Meski demikian sebenarnya tanaman aglaonema mempunyai jenis dan sifat yang berbeda-beda. Ada sebagian tanaman yang memang harus terkena sinar matahari, ada yang bisa tumbuh di tempat yang minim sinar matahari semua itu tergantung dari habitat asal tanaman. Secara umum tanaman sri rejeki berasal dari habitat hutan tropis dengan intensitas matahari rendah dan kelembaban yang tinggi. Secara fisik tanaman ini bisa dikenali dari bentuk daun menyirip dengan berhiaskan corak menarik dalam berbagai warna. Selain itu batang tanaman aglaonema tidak berkambium dan mempunyai akar serabut. 3 1) Ciri-ciri Tanaman Sri Rejeki Daya tarik dari tanaman aglaonema ada pada daunnya yang mempunyai bentuk dan warna yang elegan. Tidak hanya berwarna hijau, tanaman ini juga mempunyai warna lain seperti kombinasi warna merah, putih, merah muda, dan kuning. Tidak heran bila tanaman ini mendapat julukan “Ratu Daun”. Untuk mengenali tanaman sri rejeki bisa dilihat dari ciri-cirinya yang disebutkan di bawah ini. • Akar tumbuhan sri rejeki bisa menentukan kondisi tanaman yang dipelihara. Akar yang mempunyai warna putih menunjukan tanaman ini dalam keadaan baik. Sedangkan akar tanaman yang berwarna coklat menunjukan bahwa tanaman tersebut dalam keadaan sakit. • Batang aglaonema biasanya mempunyai diameter yang kecil yakni sekitar 1-3 cm atau bergantung dari lingkungan dan kemampuan tumbuh tanaman tersebut. • Daun merupakan bagian yang menjadi daya tarik utama dari tanaman sri rejeki. Sri rejeki yang hidup di alam bebas biasanya mempunyai warna daun dominan dengan corak putih. Sedangkan jenis tanaman yang sengaja dibudidayakan mempunyai warna daun dominan merah kemerahan. kuning sampai warna jingga. Bentuknya juga bervariasi dari bentuk lanset, bulat telur sampai bentuk elips. • Bunga pada tanaman aglaonema memiliki bentuk seperti bunga talas dan keladi yang muncul dari ketiak daun. • Buah tanaman sri rejeki biasanya muncul pada pangkal bunga, berbentuk tonjolan kecil. Buah tanaman ini akan matang dalam waktu 8 bulan setelah terjadi pembuahan. Bentuk buah seperti bentuk buah kopi dengan besar diameter mencapai 1 cm. 4 2) Manfaat Tanaman Aglonema Meskipun mempunyai kandungan racun, tetapi tanaman ini tetap menjadi primadona untuk dijadikan tanaman hias. Yups, sri rejeki merupakan salah satu tanaman hias daun yang banyak digandrungi untuk memperindah lingkungan. Selain sebagai tanaman hias, ternyata sri rejeki mempunyai beberapa manfaat lain lho. Berikut beberapa manfaat sri rejeki. • Tanaman Aglaonema Sebagai Hiasan Kalau fungsi yang satu ini sudah tidak diragukan lagi bukan? Yup, dengan bentuk dan warna daun yang beragam serta tampilan menarik membuat tanaman ini banyak digunakan sebagai tanaman hias. Selain itu tanaman sri rejeki juga tahan terhadap suhu ruangan biasa maupun ber- AC, oleh karena itu sangat cocok untuk dijadikan hiasan interior yang memikat mata. Selain sebagai hiasan di ruangan, tanaman ini juga sangat cocok untuk mempercantik taman. Anda bisa menanam tanaman ini untuk dijadikan pembatas atau penghias suatu taman. Dengan menanamnya di sekitar batu-batu penghias akan membuat taman Anda terlihat lebih asri dan segar. • Tanaman Sri Rejeki untuk Bisnis Keindahan tanaman ini mampu memikat hati setiap orang yang melihatnya. Dengan corak dan warnanya yang unik menjadi nilai tambah tersendiri bagi tanaman ini. Tingginya minat masyarakat akan tanaman ini untuk dijadikan koleksi dapat dijadikan sebuah peluang bisnis budidaya tanaman aglaonema, Proses budidaya tanaman ini juga relatif lebih mudah, asalkan ditanam dengan media tanam yang tepat. baca 16 jenis media tanam untuk budidaya. Untuk menghasilkan variasi tanaman, Anda bisa mengembangbiakan dengan kawin silang sehingga akan didapat jenis tanaman baru dengan corak dan warna yang unik. 5 2. Paku Tanduk Rusa Paku Tanduk Rusa atau disebut juga sebagai Simbar Menjangan merupakan sekelompok tumbuhan paku epifit yang kerap dijadikan sebagai tanaman hias. Paku Tanduk Rusa atau Simbar Menjangan dikelompokkan dalam genus Platycerium, terdiri atas sekitar 18 spesies. Indonesia, sedikitnya memiliki 5 jenis Paku Tanduk Rusa asli Indonesia. Tanaman dari famili Polypodiaceae ini memiliki bentuk daun yang unik menyerupai tanduk rusa. Karena itu di Indonesia tanaman hias epifit ini dikenal luas dengan nama Paku Tanduk Rusa atau Simbar Menjangan. Nama genus tumbuhan ini, Platycerium, pun berasal dari bahasa Yunani yang terdiri atas kata “platy” yang berarti lebar dan “ceras” yang berarti tanduk. Sebagai tumbuhan epifit, tanduk Rusa hidup menempel pada bidang media atau tumbuhan lain namun tidak merugikan (parasit) pada inangnya. Ciri khas tanaman paku ini adalah bentuk daunnya. Daun Simbar Menjangan memiliki dua jenis daun (yang biasa disebut ental), yaitu daun steril (mandul) yang biasa disebut juga sebagai daun perisai atau bonggol dan daun fertil (subur) yang biasa disebut juga sebagai daun tanduk dan daun sporofil (karena menghasilkan spora sebagai alat perkembangbiakannya). 6 Indonesia memiliki sedikitnya 5 spesies Paku Tanduk Rusa atau Simbar Menjangan. Kelima jenis tersebut adalah: 1) Platycerium bifurcatum (Cav.) C. Chr. Jenis tumbuhan Paku Tanduk Rusa ini yang paling banyak dibudidayakan sebagai tanaman hias sehingga memiliki variant kultivar paling banyak dibandingkan dengan jenis platycerium lainnya. Pun termasuk jenis yang ‘bandel’ dan mudah beradaptasi sehingga mudah dipelihara. Secara alami jenis Platycerium bifurcatum bisa dijumpai di kawasan Malesia hingga Polinesia. Nama latin tanaman ini berasal dari kata “bifurcate” yang berarti bercabang atau membelah. Memiliki daun fertil relatif kecil, memanjang ke atas pada pangkalnya, dan menjuntai pada bagian titik percabangan dengan arah percabangan tak beraturan. Daun steril tumbuh melingkari bonggol membentuk perisai mahkota dengan celah di bagian atas. 7 2) Platycerium coronarium (Mull.) Desv. Jenis Tanduk Rusa dengan nama latin Platycerium coronarium ini hidup di Asia Tenggara. Dapat dijumpai tumbuh secara alami di Indonesia (Kalimantan dan Sumatera), Filipina, Malaysia, Thailand, Laos, dan Kamboja. Nama latin tanaman hias ini diambil dari kata “corona” yang berarti mahkota. Daun sterilnya tegak memanjang keatas dengan ujung2 melancip seperti bentuk mahkota raja. Sedang daun fertilnya kecil memanjang ke bawah. Saat dewasa, daun fertil akan membentuk seperti mangkuk terbalik. 8 3) Platycerium ridleyi Christ Platycerium ridleyi merupakan jenis Paku Tanduk Rusa yang dianggap memiliki penampilan paling eksotis. Jenis ini hidup secara alami di Pulau Kalimantan (Indonesia dan Serawak). Nama latinnya merujuk pada nama ahli botani asal Singapura, Sir Henry Ridley (1855-1956). Daun steril Platycerium ridleyi tumbuh membulat dan berurat jelas. Daun fertilnya tumbuh tegak ke atas dan memiliki banyak percabangan. Pada tanaman dewasa, muncul daun fertil penghasil spora di dekat pangkal daun. 4) Platycerium wandae Racib. 9 Platycerium wandae ini merupakan jenis Simbar Menjangan yang berukuran paling besar diantara tumbuhan genus platycerium. Jenis Tanduk Rusa ini pun merupakan tanaman endemik Pulau Papua. Daun sterilnya tumbuh tegak ke atas. Jenis ini memiliki ciri khas terdapatnya rumbai-rumbai yang tumbuh pada pusat pangkal daunnya. 5) Platycerium willinckii T.Moore Platycerium willinckii merupakan tanaman endemik Pulau Jawa. Jenis Tanduk rusa ini memiliki daun steril yang lebih panjang dan terbuka ke atas. Sedang daun fertilnya memiliki ukuran yang besar, panjang, dan menjuntai ke bawah. Selain jenis-jenis yang tumbuh di Indonesia tersebut, beberapa jenis Paku Tanduk Rusa lainnya antara lain: • Platycerium andinum Baker • Platycerium angolense Welw. ex Hook. • Platycerium ellisii Baker • Platycerium madagascariense Baker 10 • Platycerium quadridichotomum (Bonap.) Tardieu • Platycerium stemaria (P. Beauv.) Desv. • Platycerium wallichii Hook. Klasifikasi Ilmiah Paku Tanduk Rusa:  Kerajaan : Plantae.  Divisi : Pteridophyta.  Kelas : Pteridopsida.  Ordo : Polypodiales.  Famili : Polypodiaceae.  Genus : Plathycerium  Spesies : Platycerium bifurcatum 11 3. Tanaman Hias Kuping Gajah [Anthurium] Kuping Gajah (Anthurium Crystallinum Lindl.) Bahasa Yunani : anthos (bunga); oura (ekor). Kingdom : Plantae (Tumbuhan) Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh) Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji) Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga) Kelas : Liliopsida (berkeping satu / monokotil) Sub Kelas : Arecidae Ordo : Arales Famili : Araceae (suku talas-talasan) Genus : Anthurium Spesies : Anthurium crystallinum 12 Di tahun 1984, Anthurium jenmanii cukup populer, bahkan pamornya sekelas dengan philodendron. Anthurium “kuping gajah” disukai masyarakat karena bentuk daun besar, seperti kuping gajah. Namun, trennya meredup tergeser oleh aglaonema, euphorbia, dan adenium. Pamor anthurium kembali menanjak pada awal tahun 2006 (Tim Penulis Kaliurang Garden, 2007). Sumber genetik dari Benua Amerika yang beriklim tropis terutama di Peru, Kolombia, dan Amerika Latin kemudian menyebar ke berbagai negara di dunia. Beberapa jenis anthurium asal luar negeri sudah dibudidayakan di Indonesia. Daerah sentra penanaman anthurium daun sudah menyebar ke beberapa daerah di Indonesia (Budhiprawira dan Saraswati, 2006). Disarankan untuk menanam pohon kuping gajah. Jika ditanam, kuping gajah akan membawa efek untuk aliran rejeki agar mengalir terus menerus kepada penanamnya. Usahakan jangan sampai mati, karena akan membawa pengaruh yang tidak baik – Nenek Moyang. 1) Ciri - ciri tanaman hias kuping gajah :  Hidup di ketinggian 0 – 2000 m dpl.  Merupakan jenis tumbuhan semak, batangnya berdiri tegak  Bentuk daunnya tunggal, duduk dalam roset akar, berpelepah, lonjong, panjang 25-30cm, lebar 15-20 cm, pertulangan menyirip, tulang daun keputih-putihan, hijau  Bentuk bunganya majemuk, berkelamin dua di ujung batang, kelopak bulat, halus warna merah umumnya kadang juga ada yang berwarna lain, kepala sari kuning, mahkota kuning  Akarnya rimpang (rhizoma) yang memiliki akar adventif  Tidak terlalu menyukai matahari 2) Cara Budidaya Tanaman Kuping Gajah dapat di tanam dengan media pot tanah, pot plastic, ataupun pot straso. Jika menggunakan pot baru, pot perlu direndam dalam air selama 10 menit. Bagian bawah pot perlu diberi pecahan genting/pot yang melengkung, di atasnya diberi pecahan batu merah setebal ¼ tinggi pot. 13 Siram 1-2 kali sehari. Daun yang sudah tua atau rusak karena hama dan penyakit, dipotong agar tanaman tampak bersih dan menarik. Sebaiknya tanaman ini dipelihara di tempat teduh karena tanaman tidak tahan sinar mtahari langsung. 3) Jenis tanaman kuping gajah  Kuping gajah Crystallinum  Kuping gajah Clarinervium 14  Kuping gajah Nikki  Kuping gajah Papillilaminum 15  Kuping gajah Regale 16 4. Keladi Hias Keladi merupakan sekelompok tumbuhan dari genus Caladium (suku talas-talasan, Araceae). Dalam bahasa sehari-hari keladi kerap juga dipakai untuk menyebut beberapa tumbuhan lain yang masih sekerabat namun tidak termasuk Caladium, seperti talas (Colocasia). Keladi sejati jarang membentuk umbi yang membesar. Asal tumbuhan ini dari hutan Brazil namun sekarang tersebar ke berbagai penjuru dunia. Penciri yang paling khas dari keladi adalah bentuk daunnya yang seperti simbol hati/jantung. Daunnya biasanya licin dan mengandung lapisan lilin. Ukuran keladi tidak pernah lebih daripada 1m. Beberapa jenis dan hibridanya dipakai sebagai tanaman hias pekarangan. Kecantikan ini terletak pada bentuk dan warna daunnya, dari warna campur hingga menyerupai batik. Sekarang, keladi hias sedang banyak digemari. Kenapa keladi hias digandrungi banyak orang? Bentuk daunnya yang bagus, tak hanya berwarna hijau tapi ada juga yang merah hingga putih, membuat keladi hias menjadi orang jatuh cinta. Jenisnya pun sangat banyak. 17 Keladi ini sangat menyukai cahaya, namun ia tidak terlalu menyukai cahaya matahari langsung, pada habitatnya dia lebih menyukai tempat yang berada di bawah pohon-pohon rindang, jika tidak demikian daun-daun tersebut akan gosong atau terbakar. Keladi ini akan mudah hidup pada media yang tidak terlalu padat. Cara perkembangbiakan dengan dua cara, vegetatif (umbi) dan generatif (biji). Dengan umbi lebih cepat, sedangkan dengan biji memakan waktu lebih lama. Klasifikasi Ilmiah • Kigdom :Plantae • Divisi :Spermatophyta • Sub Divisi :Angiospermae • Kelas :Monocotyledonae • Ordo :Araceales • Family :Araceae • Genus :Caladium Ciri-Ciri Keladi Salah satu ciri khas keladi sesuai dengan ciri semua anggota Araceae adalah bentuk bunganya .Bunga keladi mempunyai tonjolan bulat memanjang dengan ujung tumpul yang disebut spadiks.Spadiks di bungkus oleh selundang yang disebut spata.Umumnya warna spadiks sesuai dengan spatanya .Saat masih muda spata membungkus spadiks dengan rapat kemudian mekar,sehingga spadiks akan terlihat.Spata memiliki warna yang beragam,tetapi satu spata umumnya hanya terdiri dari satu atau dua warna Hampir semua keladi tidak berbatang,tetapi hanya membentuk pelepah atau tangkai daun.Bentuk daunnya juga sangat bervariasi,dari segitiga,oval,bulat,hingga panjang.Pangkal daun berlekuk,tulang daun sangat menunjang keindahan daunnya serta tepi daun ada yang rata dan ada pula yang berlekuk atau bergerigi menyerupai gergaji.Warna daun juga bervariatif,dari hijau muda,hijau kehitaman,hijau kehitaman,hijau keunguan,kuning,putih,merah muda,merah tua,ungu,keperakan,cokelat,atau kehitaman,hingga kombinasi dari warna warna tersebut

Report
BUKU DIGITAL
ANEKA TANAM AN HIAS
PENULIS : AYU MARTANINGRUM
KELAS
: X PEMASARAN 2
NO
:2
SMK NEGERI 2 PURWOREJO
KATA PANGANTAR
Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi
Maha Panyayang, saya panjatkan puja dan puji syukur atas kehadiratNya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya
kepada saya, sehingga saya dapat menyelesaikan tugas membuat
buku digital.
Buku digital ini telah saya susun dengan maksimal dan
mendapatkan bantuan dari berbagai pihak sehingga dapat
memperlancar pembuatan tugas ini. Untuk itu kami menyampaikan
banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi
dalam pembuatan makalah ini.
Terlepas dari semua itu, saya menyadari sepenuhnya bahwa
masih ada kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata
bahasanya. Oleh karena itu saya menerima segala saran dan kritik
dari pembaca agar kami dapat memperbaiki buku digital ini.
Akhir kata saya berharap semoga buku digital tentang aneka
tanaman ini dapat memberikan manfaat maupun inpirasi wisata
terhadap pembaca.
Purworejo,April 2016,
Penyusun
1
1. Tanaman Sri Rejeki (Aglonema)
Tanaman Sri Rejeki atau biasa disebut juga dengan tanaman aglaonema
merupakan jenis tanaman yang dijadikan penghias taman di sekitar rumah. Tanaman
yang mempunyai keindahan pada daunnya banyak dijadikan tanaman hias karena
mempunyai warna yang beragam, selain itu juga mudah dalam hal perawatannya.
Tanaman sri rejeki juga cepat beradaptasi dengan lingkungan baru, oleh karena meskipun
ditaruh di dalam ruangan dengan sinar matahari yang minim tanaman ini bisa bisa
bertahan hidup.
Meski demikian sebenarnya tanaman aglaonema mempunyai jenis dan sifat yang
berbeda-beda. Ada sebagian tanaman yang memang harus terkena sinar matahari, ada
yang bisa tumbuh di tempat yang minim sinar matahari semua itu tergantung dari habitat
asal tanaman. Secara umum tanaman sri rejeki berasal dari habitat hutan tropis dengan
intensitas matahari rendah dan kelembaban yang tinggi. Secara fisik tanaman ini bisa
dikenali dari bentuk daun menyirip dengan berhiaskan corak menarik dalam berbagai
warna. Selain itu batang tanaman aglaonema tidak berkambium dan mempunyai akar
serabut.
3
1) Ciri-ciri Tanaman Sri Rejeki
Daya tarik dari tanaman aglaonema ada pada daunnya yang mempunyai
bentuk dan warna yang elegan. Tidak hanya berwarna hijau, tanaman ini juga
mempunyai warna lain seperti kombinasi warna merah, putih, merah muda,
dan kuning. Tidak heran bila tanaman ini mendapat julukan “Ratu Daun”. Untuk
mengenali tanaman sri rejeki bisa dilihat dari ciri-cirinya yang disebutkan di
bawah ini.
 Akar tumbuhan sri rejeki bisa menentukan kondisi tanaman yang
dipelihara. Akar yang mempunyai warna putih menunjukan tanaman ini
dalam keadaan baik. Sedangkan akar tanaman yang berwarna coklat
menunjukan bahwa tanaman tersebut dalam keadaan sakit.
 Batang aglaonema biasanya mempunyai diameter yang kecil yakni sekitar
1-3 cm atau bergantung dari lingkungan dan kemampuan tumbuh tanaman
tersebut.
 Daun merupakan bagian yang menjadi daya tarik utama dari tanaman sri
rejeki. Sri rejeki yang hidup di alam bebas biasanya mempunyai warna
daun dominan dengan corak putih. Sedangkan jenis tanaman yang sengaja
dibudidayakan mempunyai warna daun dominan merah kemerahan. kuning
sampai warna jingga. Bentuknya juga bervariasi dari bentuk lanset, bulat
telur sampai bentuk elips.
 Bunga pada tanaman aglaonema memiliki bentuk seperti bunga talas dan
keladi yang muncul dari ketiak daun.
 Buah tanaman sri rejeki biasanya muncul pada pangkal bunga, berbentuk
tonjolan kecil. Buah tanaman ini akan matang dalam waktu 8 bulan setelah
terjadi pembuahan. Bentuk buah seperti bentuk buah kopi dengan besar
diameter mencapai 1 cm.
4
2) Manfaat Tanaman Aglonema
Meskipun mempunyai kandungan racun, tetapi tanaman ini tetap menjadi
primadona untuk dijadikan tanaman hias. Yups, sri rejeki merupakan salah
satu tanaman hias daun yang banyak digandrungi untuk memperindah
lingkungan. Selain sebagai tanaman hias, ternyata sri rejeki mempunyai
beberapa manfaat lain lho. Berikut beberapa manfaat sri rejeki.
 Tanaman Aglaonema Sebagai Hiasan
Kalau fungsi yang satu ini sudah tidak diragukan lagi bukan? Yup,
dengan bentuk dan warna daun yang beragam serta tampilan menarik
membuat tanaman ini banyak digunakan sebagai tanaman hias. Selain itu
tanaman sri rejeki juga tahan terhadap suhu ruangan biasa maupun berAC, oleh karena itu sangat cocok untuk dijadikan hiasan interior yang
memikat mata.
Selain sebagai hiasan di ruangan, tanaman ini juga sangat cocok untuk
mempercantik taman. Anda bisa menanam tanaman ini untuk dijadikan
pembatas atau penghias suatu taman. Dengan menanamnya di sekitar
batu-batu penghias akan membuat taman Anda terlihat lebih asri dan
segar.
 Tanaman Sri Rejeki untuk Bisnis
Keindahan tanaman ini mampu memikat hati setiap orang yang
melihatnya. Dengan corak dan warnanya yang unik menjadi nilai tambah
tersendiri bagi tanaman ini. Tingginya minat masyarakat akan tanaman
ini untuk dijadikan koleksi dapat dijadikan sebuah peluang bisnis
budidaya tanaman aglaonema,
Proses budidaya tanaman ini juga relatif lebih mudah, asalkan ditanam
dengan media tanam yang tepat. baca 16 jenis media tanam untuk
budidaya. Untuk menghasilkan variasi tanaman, Anda bisa
mengembangbiakan dengan kawin silang sehingga akan didapat jenis
tanaman baru dengan corak dan warna yang unik.
5
2. Paku Tanduk Rusa
Paku Tanduk Rusa atau disebut juga sebagai Simbar Menjangan merupakan
sekelompok tumbuhan paku epifit yang kerap dijadikan sebagai tanaman hias. Paku
Tanduk Rusa atau Simbar Menjangan dikelompokkan dalam genus Platycerium, terdiri
atas sekitar 18 spesies. Indonesia, sedikitnya memiliki 5 jenis Paku Tanduk Rusa asli
Indonesia.
Tanaman dari famili Polypodiaceae ini memiliki bentuk daun yang unik
menyerupai tanduk rusa. Karena itu di Indonesia tanaman hias epifit ini dikenal luas
dengan nama Paku Tanduk Rusa atau Simbar Menjangan. Nama genus tumbuhan ini,
Platycerium, pun berasal dari bahasa Yunani yang terdiri atas kata “platy” yang berarti
lebar dan “ceras” yang berarti tanduk.
Sebagai tumbuhan epifit, tanduk Rusa hidup menempel pada bidang media atau
tumbuhan lain namun tidak merugikan (parasit) pada inangnya. Ciri khas tanaman paku
ini adalah bentuk daunnya. Daun Simbar Menjangan memiliki dua jenis daun (yang biasa
disebut ental), yaitu daun steril (mandul) yang biasa disebut juga sebagai daun perisai
atau bonggol dan daun fertil (subur) yang biasa disebut juga sebagai daun tanduk dan
daun sporofil (karena menghasilkan spora sebagai alat perkembangbiakannya).
6
Indonesia memiliki sedikitnya 5 spesies Paku Tanduk Rusa atau Simbar Menjangan.
Kelima jenis tersebut adalah:
1) Platycerium bifurcatum (Cav.) C. Chr.
Jenis tumbuhan Paku Tanduk Rusa ini yang paling banyak dibudidayakan
sebagai tanaman hias sehingga memiliki variant kultivar paling banyak
dibandingkan dengan jenis platycerium lainnya. Pun termasuk jenis yang ‘bandel’
dan mudah beradaptasi sehingga mudah dipelihara. Secara alami jenis Platycerium
bifurcatum bisa dijumpai di kawasan Malesia hingga Polinesia. Nama latin
tanaman ini berasal dari kata “bifurcate” yang berarti bercabang atau membelah.
Memiliki daun fertil relatif kecil, memanjang ke atas pada pangkalnya, dan
menjuntai pada bagian titik percabangan dengan arah percabangan tak beraturan.
Daun steril tumbuh melingkari bonggol membentuk perisai mahkota dengan celah
di bagian atas.
7
2) Platycerium coronarium (Mull.) Desv.
Jenis Tanduk Rusa dengan nama latin Platycerium coronarium ini hidup di
Asia Tenggara. Dapat dijumpai tumbuh secara alami di Indonesia (Kalimantan dan
Sumatera), Filipina, Malaysia, Thailand, Laos, dan Kamboja. Nama latin tanaman
hias ini diambil dari kata “corona” yang berarti mahkota.
Daun sterilnya tegak memanjang keatas dengan ujung2 melancip seperti
bentuk mahkota raja. Sedang daun fertilnya kecil memanjang ke bawah. Saat
dewasa, daun fertil akan membentuk seperti mangkuk terbalik.
8
3) Platycerium ridleyi Christ
Platycerium ridleyi merupakan jenis Paku Tanduk Rusa yang dianggap
memiliki penampilan paling eksotis. Jenis ini hidup secara alami di Pulau
Kalimantan (Indonesia dan Serawak). Nama latinnya merujuk pada nama ahli
botani asal Singapura, Sir Henry Ridley (1855-1956).
Daun steril Platycerium ridleyi tumbuh membulat dan berurat jelas. Daun
fertilnya tumbuh tegak ke atas dan memiliki banyak percabangan. Pada tanaman
dewasa, muncul daun fertil penghasil spora di dekat pangkal daun.
4) Platycerium wandae Racib.
9
Platycerium wandae ini merupakan jenis Simbar Menjangan yang
berukuran paling besar diantara tumbuhan genus platycerium. Jenis Tanduk Rusa
ini pun merupakan tanaman endemik Pulau Papua.
Daun sterilnya tumbuh tegak ke atas. Jenis ini memiliki ciri khas
terdapatnya rumbai-rumbai yang tumbuh pada pusat pangkal daunnya.
5) Platycerium willinckii T.Moore
Platycerium willinckii merupakan tanaman endemik Pulau Jawa. Jenis
Tanduk rusa ini memiliki daun steril yang lebih panjang dan terbuka ke atas.
Sedang daun fertilnya memiliki ukuran yang besar, panjang, dan menjuntai ke
bawah.
Selain jenis-jenis yang tumbuh di Indonesia tersebut, beberapa jenis Paku
Tanduk Rusa lainnya antara lain:




Platycerium andinum Baker
Platycerium angolense Welw. ex Hook.
Platycerium ellisii Baker
Platycerium madagascariense Baker
10
 Platycerium quadridichotomum (Bonap.) Tardieu
 Platycerium stemaria (P. Beauv.) Desv.
 Platycerium wallichii Hook.
Klasifikasi Ilmiah Paku Tanduk Rusa:







Kerajaan
Divisi
Kelas
Ordo
Famili
Genus
Spesies
: Plantae.
: Pteridophyta.
: Pteridopsida.
: Polypodiales.
: Polypodiaceae.
: Plathycerium
: Platycerium bifurcatum
11
3. Tanaman Hias Kuping Gajah [Anthurium]
Kuping Gajah (Anthurium Crystallinum Lindl.)
Bahasa Yunani
: anthos (bunga); oura (ekor).
Kingdom
: Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom
: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi
: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi
: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas
: Liliopsida (berkeping satu / monokotil)
Sub Kelas
: Arecidae
Ordo
: Arales
Famili
: Araceae (suku talas-talasan)
Genus
: Anthurium
Spesies
: Anthurium crystallinum
12
Di tahun 1984, Anthurium jenmanii cukup populer, bahkan pamornya sekelas
dengan philodendron. Anthurium “kuping gajah” disukai masyarakat karena bentuk daun
besar, seperti kuping gajah. Namun, trennya meredup tergeser oleh aglaonema,
euphorbia, dan adenium. Pamor anthurium kembali menanjak pada awal tahun 2006 (Tim
Penulis Kaliurang Garden, 2007).
Sumber genetik dari Benua Amerika yang beriklim tropis terutama di Peru,
Kolombia, dan Amerika Latin kemudian menyebar ke berbagai negara di dunia.
Beberapa jenis anthurium asal luar negeri sudah dibudidayakan di Indonesia. Daerah
sentra penanaman anthurium daun sudah menyebar ke beberapa daerah di Indonesia
(Budhiprawira dan Saraswati, 2006).
Disarankan untuk menanam pohon kuping gajah. Jika ditanam, kuping gajah akan
membawa efek untuk aliran rejeki agar mengalir terus menerus kepada penanamnya.
Usahakan jangan sampai mati, karena akan membawa pengaruh yang tidak baik – Nenek
Moyang.
1) Ciri - ciri tanaman hias kuping gajah :
 Hidup di ketinggian 0 – 2000 m dpl.
 Merupakan jenis tumbuhan semak, batangnya berdiri tegak
 Bentuk daunnya tunggal, duduk dalam roset akar, berpelepah, lonjong,
panjang 25-30cm, lebar 15-20 cm, pertulangan menyirip, tulang daun
keputih-putihan, hijau
 Bentuk bunganya majemuk, berkelamin dua di ujung batang, kelopak
bulat, halus warna merah umumnya kadang juga ada yang berwarna lain,
kepala sari kuning, mahkota kuning
 Akarnya rimpang (rhizoma) yang memiliki akar adventif
 Tidak terlalu menyukai matahari
2) Cara Budidaya
Tanaman Kuping Gajah dapat di tanam dengan media pot tanah, pot plastic,
ataupun pot straso. Jika menggunakan pot baru, pot perlu direndam dalam air
selama 10 menit. Bagian bawah pot perlu diberi pecahan genting/pot yang
melengkung, di atasnya diberi pecahan batu merah setebal ¼ tinggi pot.
13
Siram 1-2 kali sehari. Daun yang sudah tua atau rusak karena hama dan penyakit,
dipotong agar tanaman tampak bersih dan menarik. Sebaiknya tanaman ini
dipelihara di tempat teduh karena tanaman tidak tahan sinar mtahari langsung.
3) Jenis tanaman kuping gajah
 Kuping gajah Crystallinum
 Kuping gajah Clarinervium
14
 Kuping gajah Nikki
 Kuping gajah Papillilaminum
15
 Kuping gajah Regale
16
4. Keladi Hias
Keladi merupakan sekelompok tumbuhan dari genus Caladium (suku talas-talasan,
Araceae). Dalam bahasa sehari-hari keladi kerap juga dipakai untuk menyebut beberapa
tumbuhan lain yang masih sekerabat namun tidak termasuk Caladium, seperti talas
(Colocasia). Keladi sejati jarang membentuk umbi yang membesar. Asal tumbuhan ini
dari hutan Brazil namun sekarang tersebar ke berbagai penjuru dunia.
Penciri yang paling khas dari keladi adalah bentuk daunnya yang seperti simbol
hati/jantung. Daunnya biasanya licin dan mengandung lapisan lilin. Ukuran keladi tidak
pernah lebih daripada 1m. Beberapa jenis dan hibridanya dipakai sebagai tanaman hias
pekarangan.
Kecantikan ini terletak pada bentuk dan warna daunnya, dari warna campur
hingga menyerupai batik. Sekarang, keladi hias sedang banyak digemari. Kenapa keladi
hias digandrungi banyak orang? Bentuk daunnya yang bagus, tak hanya berwarna hijau
tapi ada juga yang merah hingga putih, membuat keladi hias menjadi orang jatuh cinta.
Jenisnya pun sangat banyak.
17
Keladi ini sangat menyukai cahaya, namun ia tidak terlalu menyukai cahaya
matahari langsung, pada habitatnya dia lebih menyukai tempat yang berada di bawah
pohon-pohon rindang, jika tidak demikian daun-daun tersebut akan gosong atau terbakar.
Keladi ini akan mudah hidup pada media yang tidak terlalu padat. Cara
perkembangbiakan dengan dua cara, vegetatif (umbi) dan generatif (biji). Dengan umbi
lebih cepat, sedangkan dengan biji memakan waktu lebih lama.
Klasifikasi Ilmiah
 Kigdom
 Divisi
 Sub Divisi
 Kelas
 Ordo
 Family
 Genus
:Plantae
:Spermatophyta
:Angiospermae
:Monocotyledonae
:Araceales
:Araceae
:Caladium
Ciri-Ciri Keladi
Salah satu ciri khas keladi sesuai dengan ciri semua anggota Araceae adalah
bentuk bunganya .Bunga keladi mempunyai tonjolan bulat memanjang dengan ujung
tumpul yang disebut spadiks.Spadiks di bungkus oleh selundang yang disebut
spata.Umumnya warna spadiks sesuai dengan spatanya .Saat masih muda spata
membungkus spadiks dengan rapat kemudian mekar,sehingga spadiks akan terlihat.Spata
memiliki warna yang beragam,tetapi satu spata umumnya hanya terdiri dari satu atau dua
warna
Hampir semua keladi tidak berbatang,tetapi hanya membentuk pelepah atau
tangkai daun.Bentuk daunnya juga sangat bervariasi,dari segitiga,oval,bulat,hingga
panjang.Pangkal daun berlekuk,tulang daun sangat menunjang keindahan daunnya serta
tepi daun ada yang rata dan ada pula yang berlekuk atau bergerigi menyerupai
gergaji.Warna daun juga bervariatif,dari hijau muda,hijau kehitaman,hijau
kehitaman,hijau keunguan,kuning,putih,merah muda,merah
tua,ungu,keperakan,cokelat,atau kehitaman,hingga kombinasi dari warna warna tersebut
18

similar documents