Materi Rakerda 2013 Perwakilan BKKBN Prov. Bali

Report
DAMPAK PERKEMBANGAN PENDUDUK
TERHADAP DAYA DUKUNG DAN DAYA
TAMPUNG LINGKUNGAN
DI PROVINSI BALI
Kerja sama
Pusat Penelitian Kependudukan dan
Pengembangan SDM Unud
dengan
Perwakilan BKKBN Provinsi Bali
2012
PERTUMBUHAN PENDUDUK BALI DAN NASIONAL, 1971-2010
2.5
2.31
2.15
Pertumbuhan (% per tahun)
1.98
2
1.69
1.48
1.49
1.5
1.18
1.31
1
0.5
0
1971-1980
1980-1990
BALI
1990-2000
NASIONAL
2000-2010
Perkembangan jumlah penduduk Bali, SP1971-SP2010
(jutaan jiwa)
4.5
3.89
4
3.5
3.15
3
2.5
2.78
2.47
2.12
2
1.5
1
0.5
0
SP 1971
SP 1980
SP 1990
SP 2000
SP 2010
PERKEMBANGAN KOMPONEN PERTUMBUHAN PENDUDUK BALI
1971-2010
Periode
waktu
Migran
semasa
hidup
(jiwa)
AHH (Angka
harapan
hidup)
(tahun)*
Angka kelahiran
(TFR)
Jumlah
penduduk
(jiwa)
SP 1971
SP 1980
SUPAS 1985
SP 1990
SUPAS 1995
SP 2000
SUPAS 2005
SP 2010
22.758
65.271
88.8361)
148.336
157.902
221.722
249.951
406.921
48,27
55,37
62,50
64,33
66,04
68,05
70,40
72,67
1971-1975: 5,2
1976-1979: 4,0
1981-1984: 3,1
1986-1989: 2,3
1991-1994: 2,0
1996-1999: 1,9
2001-2004: 2,1
2006-2009: 2,1
2.120.322
2.469.930
2.649.401
2.777.356
2.895.649
3.146.999
3.247.7722)
3.891.428
FUNGSI REGRESI BERGANDA YANG TERBENTUK
(DOUBLE LOG MODEL: LOG-LOG)
PIRAMIDA PENDUDUK BALI 2010
75 +
70 - 74
65 - 69
Laki-laki / Male
60 - 64
Perempuan / Female
55 - 59
50 - 54
45 - 49
40 - 44
35 - 39
30 - 34
25 - 29
20 - 24
15 - 19
10-14
5-9
0-4
200
(x.000)
150
100
50
0
50
100 150
200
METODE KAJIAN
 JENIS DATA: DATA SKUNDER
 SUMBER DATA:
a. BPS (PUSAT DAN DAERAH)
b. BLH PROVINSI BALI
c. HASIL-HASIL STUDI PPLH UNUD
 METODE ANALISIS:TABEL FREKUENSI
ISU-ISU KEPENDUDUKAN
1. TEKANAN PENDUDUK
2. KEMISKINAN
3. KONVERSI LAHAN PERTANIAN
4. KETAHANAN PANGAN
5. PENCEMARAN
BERAPA JUMLAH PENDUDUK BALI KEDEPAN?
(HASIL PROYEKSI SEMENTARA BPS)
TAHUN
2010
2015
2020
2025
2030
2035
JUMLAH
PENDUDUK
(.000 JIWA)
3.907
4.141
4.353
4.554
4.741
4.899
RATA-RATA
PERTUMBUHAN
(% PER TAHUN)
1,42
1,20
1,07
0,94
0,86
0,74
TEKANAN PENDUDUK
No. Keterangan
1
2
3
4
5
6
Luas wilayah (km2)
Jumlah penduduk (orang)
Jumlah petani (orang)
Kepadatan geografis (Ha/orang)
Kepadatan fisiologis (Ha/orang)
Kepadatan agraris (Ha/orang)
Tahun
2000
2010
5.632,86 5.632,86
3.146.999 3.891.428
555.168
672.204
559
690
0,11
0,09
0,64
0,53
DAMPAK TEKANAN PENDUDUK
 OUT-MIGRATION (BACA: TRANSMIGRASI) KE PROVINSI
LAIN.
 MIGRASI DESA-KOTA (PERMANEN, SIRKULER ATAU
KOMUTER).
 PERAMBAHAN HUTAN ATAU LERENG PEGUNUNGAN
DIJADIKAN DAERAH PERTANIAN.
 PERTANIAN YG INTENSIF LAW OF DIMINISHING
RETURN.
 AKTIVITAS DILUAR PERTANIAN (PENGGALIAN TANAH
ATAU PENAMBANGAN PASIR).
 PEMUKIMAN KUMUH DI BANTARAN SUNGAI
 TINDAK PIDANA KEJAHATAN.
PERKEMBANGAN JUMLAH PENDUDUK MISKIN PER KAB/KOTA DI BALI,
2008-2010 (.000 JIWA).
50
Penduduk miskin (.000 jiwa)
45
40
35
30
25
20
15
10
5
0
2008
2009
2010
DAMPAK KEMISKINAN
DI PEDESAAN:
 MIGRASI DESA-KOTA
 EKSPLOITASI SDA
 PENERAPAN SISTIM
PERTANIAN YG INTENSIF
 PERAMBAHAN
HUTAN/LERENG GUNUNG
 KUALITAS SDM RENDAH
DI PERKOTAAN:
 PEMUKIMAN KUMUH
 MEREBAKNYA PEDAGANG
K-5
 MENGGANGGU TATA
RUANG
 TINDAK KEJAHATAN
 KUALITAS SDM RENDAH
URBANISASI
(BERTAMBAHNYA PENDUDUK PERKOTAAN)
PENYEBAB URBANISASI:
1. BERUBAHNYA STATUS WILAYAH YANG
MULANYA TERGOLONG PEDESAAN
MENJADI PERKOTAAN.
2. KARENA PERPINDAHAN PENDUDUK DARI
DESA KE KOTA.
3. KARENA FAKTOR ALAMIAH (KELAHIRAN
DAN KEMATIAN).
PERKEMBANGAN PROPORSI PENDUDUK PERKOTAAN
DAN PEDESAAN, BALI, 1980-2010
90
85.29
80
73.56
70
60.21
PERSEN
60
50.26 49.74
50
39.79
40
26.44
30
20
14.71
10
0
SP 1980
SP 1990
PEDESAAN
SP 2000
PERKOTAAN
SP 2010
DAMPAK URBANISASI
1. KEPADATAN PENDUDUK DI PERKOTAAN
SEMAKIN MENINGKAT
2. ANGKATAN KERJA SEMAKIN BANYAK
3. PENGANGGURAN/KEMISKINAN
4. KEKUMUHAN (SLUM)
5. SAMPAH
6. PENCEMARAN LINGKUNGAN
7. PK-5
8. KRIMINALITAS, DLL
KONVERSI LAHAN PERTANIAN, 2000-2010
LUAS LAHAN (HA)
TANAH PERTANIAN
RATA-RATA
PENYUSUTAN
2000
2010
SAWAH
85.777
81.744
403
PERKEBUNAN
127.164
120.460
670
TOTAL
212.941
202.204
1.073
(HA/TAHUN)
DAMPAK KONVERSI LAHAN
 RATA-RATA PENGUASAAN TANAH PERTANIAN
SEMAKIN SEMPIT
 MEMUNCULKAN PETANI GUREM
 KELESTARIAN SUBAK TERANCAM
 MENURUNNYA TOTAL PRODUKSI PERTANIAN
 MENURUNNYA KESEMPATAN KERJA DI SEKTOR
PERTANIAN.
KETAHANAN PANGAN, BALI, 2006-2010
PRODUKSI DAN KONSUMSI BERAS DI BALI, 2006-2010
600000
500000
400000
300000
(Ton)
Produksi
200000
Konsumsi
100000
Selisih
0
-100000
Produksi
Konsumsi
Selisih
2006
2007
2008
2009
2010
462473
456098
6376
461848
465219
-3374
442487
474523
-32037
483288
484014
-727
465804
493695
-27890
BAGAIMANA KETAHANAN PANGAN KEDEPAN
 PENDUDUK MAKIN BERTAMBAH, SEDANGKAN
ALIH FUNGSI LAHAN PERTANIAN MENINGKAT
DEFISIT PANGAN SEMAKIN TINGGI.
 KETERGANTUNGAN SEMAKIN TINGGI
TERHADAP PASOKAN PANGAN DARI DAERAH
LAIN ATAU IMPOR.
PENCEMARAN UDARA


KUALITAS UDARA AMBIENT DI PROVINSI BALI.
LOKASI SAMPEL: TERMINAL KARANGASEM, SEMARAPURA, BATUBULAN, UBUNG,
SENTRAL PARKIR KUTA, KEDIRI, BANYUASRI, DAN NEGARA (SHLD PROV. BALI,
2010).
No
Satuan
Hasil pengukuran
Baku mutu
1
Parameter
kualitas udara
SO2
Ug/m3
91,25-239,5
900
2
NO2
Ug/m3
13,07-138,59
400
3
CO
Ug/m3
370-960
30.000
4
Pb
Ug/m3
0,72-1,262
2
5
O3
Ug/m3
0,54-0,76
235
6
Hidrokarbon
Ug/m3
310,08-671,84*)
160
7
Partikulat
Ug/m3
185,19-746,67*)
150
PENCEMARAN AIR
 HASIL PANTAUAN OLEH BLH PROV. BALI (SHLD,
2010) DI 11 SUNGAI DI BALI, DIMANA SETIAP
SUNGAI DIAMBIL 2-5 TITIK SAMPEL.
 7 DARI 17 PARAMETER KUALITAS AIR SUDAH
MELAMPUI BAKU MUTU AIR KELAS I.
 7 PARAMETER TERSEBUT ADALAH:
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
BOD
COD
TOTAL FOSFAT
KADMIUM
COLI TINJA
TOTAL COLI
DETERGEN
SIMPULAN
KELAHIRAN
KEMATIAN
PERTAM
BAHAN
PENDU
DUK
MIGRASI
PENGANG
GURAN
KONVERSI
LAHAN
PERTANIA
N
KONVERSI
HUTAN
TEKANAN
PENDUDUK
DEGRADA
SI SDA
KEMISKIN
AN
EKSPLOITA
SI SDA
URBANISASI
KEKUMUH
AN DI
KOTA
PENCEM
ARAN
MENURUNNYA
DAYA DUKUNG
DAN DAYA
TAMPUNG
LINGKUNGAN.
REKOMENDASI (1)
 Pelaksanaan pembangunan dimasa mendatang secara eksplisit harus
mengedepankan pembangunan berwawasan kependudukan. Artinya
pelaksanaan pembangunan hendaknya mengacu pada kondisi dan potensi
setempat serta peningkatan kualitas SDM.
 Implementasi RUTR secara konsisten sebagai instrumen pola penggunaan
lahan sesuai dengan peruntukannya sehingga dapat dicegah terjadinya
alih fungsi lahan pertanian dan hutan dalam upaya mempertahankan daya
dukung alam dan lingkungan.
 Untuk mengurangi tekanan penduduk di pedesaan dapat dilakukan
berbagai kebijakan antara lain:
 Mengembangkan sistim pertanian yang lebih maju untuk meningkatkan
produktivitas per satuan luas lahan.
 Menggalakkan kembali program transmigrasi dengan melakukan perbaikan
terhadap hal-hal yang selama ini dinilai masih kurang dalam pelaksanaan
program tersebut.
 Mengembangkan kesempatan kerja diluar sektor pertanian yang sesuai
dengan kualitas SDM setempat.
 Melakukan diklat bagi lulusan SLTP/SLTA yang tidak mampu melanjutkan
penddikan ke jenjang yang lebih tinggi sehingga mereka dapat diserap pada
berbagai lapangan pekerjaan diluar sektor pertanian.
REKOMENDASI (2)
 Meningkatkan kualitas hutan, sehingga kemampuannya sebagai daerah resapan air
semakin meningkat.
 Penanggulangan penduduk miskin khususnya yang berkaitan dengan pelayanan
yang diberikan, hendaknya terintegrasi dengan pelaksanaan program KB sebagai
upaya untuk mewujudkan keluarga yang berkualitas.
 Untuk mencegah atau paling tidak memperlambat terjadinya alih fungsi lahan
pertanian menjadi non-pertanian khususnya yang berada di perkotaan perlu
diberikan subsidi pembayaran PBB (Pajak Bumi dan Bangunan).
 Untuk menekan pencemaran lingkungan (air, udara, dan tanah) di perkotaan harus
dilakukan kebijakan seperti pembatasan kendaraan bermotor, perbaikan dalam
transportasi umum, penataan pemukiman penduduk, penataan pohon perindang
sepanjang jalan umum, memperbanyak taman ruang terbuka hijau, dan
pengelolaan sampah yang efektif dan efisien.
 Di pedesaan dilakukan gerakan penghijauan secara berlanjut dan pengendalian
penggunaan pestisida.
 Tata kelola yang lebih baik dalam penggunaan air untuk pengairan, rumah tangga
dan dunia usaha.
 Perbaikan dalam administrasi kependudukan ditingkat desa/kelurahan agar setiap
penduduk terdata dan tercatat. Jika terjadi sesuatu seperti tindak pidana kejahatan
lebih mudah melakukan identifikasi.

similar documents