Pertemuan 5 MANAJEMEN STRATEGI

Report
Pertemuan 13
MANAJEMEN STRATEGI
DOSEN :
Dr.ARASY ALIMUDIN,SE,MM
Analisa Formulasi Strategis
A. Pokok Bahasan dan Sub Pokok Bahasan
• Analisa Visi dan Misi
• Analisa Sasaran dan Tujuan
• SWOT Analisis
• Diagram Maping Strategi.
• Grand Strategi.
• Strategi perusahaan untuk persaingan yg
kompetitif
B. Hasil Belajar
•
•
•
•
•
•
Mendefinisikan Visi dan Misi perusahaan.
Menentukan sasaran dan tujuan perusahaan
Mampu membuat SWOT Analisis
Mampu membuat Diagram Maping Strategi.
Mampu membuat Grand Strategi.
Mampu membuat Strategi perusahaan untuk
persaingan yg kompetitif
Kasus Formulasi Strategi
Carilah kasus Formulasi strategi kemudian lakukan analisa
meliputi :
• Visi dan Misi perusahaan.
• Sasaran dan tujuan perusahaan
• SWOT Analisis
• Diagram Maping Strategi.
• Grand Strategi.
• Strategi perusahaan untuk persaingan yg kompetitif
VISI,MISI,TUJUAN
• Visi adalah cita-cita dimasa depan yang difikirkan
oleh pendiri atau pemimpin organisasi.
• Misi adalah penjabaran dari visi kedalam statement
organisasi yang terfokus kepada kebutuhan
stakeholdernya.
• Falsafah atau kredo organisasi adalah nilai-nilai yang
ditanamkan dan dijadikan sebagai acuan dalam
setiap gerak dan langkah perusahaan.
• Tujuan perusahan adalah pernyataan kualitatif
mengenai keadaan atau hasil yang ingin dicapai
dimasa yang akan datang
Tujuan dibuat harus memenuhi kaidah - kaidah
berikut atau dapat disingkat SMART:
• Simple
: Tujuan harus dirumuskan dalam suatu yang
sederhana dan mudah dimengerti, sehingga dapat
dipahami oleh semua anggota organisasi.
• Measurable
: Jelas, kongkrit dan terukur dan mampu
menjadi motivasi bagi karyawan.
• Aplikabel : Layak atau perusahaan mampu untuk
melakukannya.
• Reliabel : Selalu sesuai dengan harapan dan kepentingan
stakeholder serta perkembangan zaman atau realita
kehidupan.
• Time Able : memiliki tenggang waktu atau kemampuan
untuk dicapai dalam waktu tertentu
PEMBUATAN STRATEGI
• Hal yang harus diperhatikan dalam pembuatan strategi
adalah bagaimana organisasi mampu merumuskan
sebuah visi,misi dan tujuan yang jelas dan terukur
kemudian menghubungkan dengan kondisi existing
yang dihadapi
( lingkungan internal dan eksternal
), menentukan sumberdaya yang menjadi nilai
keunggulan strategis organisasi, menciptakan strategistrategi yang efektif dan efisien untuk mencapai tujuan
organisasi. Menurut porter (1980) prinsip dalam
pembuatan strategi adalah bagaimana sebuah
organisasi mengatasi persaingan dan memenangkan
persaing dengan menggunakan sumberdaya yang
dimiliki
Proses pembuatan strategi terdiri dari
empat elemen
• Penetuan Visi dan misi organisasi.
• Perumusan tujuan yang jelas dan terukur
• Identifikasi kondisi existing baik internal maupun eksternal
yang dihadapi oleh organisasi.
• Penentuan sumberdaya yang dapat dijadikan sebagai
sumber keunggulan bersaing.
• Pengembangan alternatif-alternatif strategi yang ada
dengan mempertimbangkan strategi generik serta
variasinya.
• Evaluasi dari tiap alternatif.
• Penentuan pemilihan strategi terbaik dari berbagai
alternatif yang tersedia
Analisis Matrik SWOT
• Berdasarkan hasil-hasil yang didapat dari analisis internal dan eksternal
pada Tabel seperti dituliskan di atas, hasilnya dapat dirangkum sebagai
berikut:
• Skor Total Kekuatan 8
• Skor Total Kelemahan 7
• Skor Total Peluang 5
• Skor Total Ancaman 8
• Dari hasil perhitungan di atas, di dalam perhitungan strateginya
memerlukan penegasan dari adanya posisi dalam salib sumbu yaitu antara
kekuatan dan kelemahan, maupun peluang dan ancaman yang
kesemuanya digambarkan dalam garis-garis positif dan negatif.
• Dari analisis tersebut di atas bahwasanya faktor kekuatan lebih kecil dari
faktor kelemahan dan pengaruh dari faktor peluang lebih kecil dari faktor
ancaman. Oleh karena itu posisi berada pada kwadran 4 yang berarti pada
posisi Kombinasi, dimana hal ini menunjukkan kondisi intern yang KUAT,
dengan lingkungan yang MENGANCAM.
Analisis Matrik SWOT
• Berpijak dari skor total ini, maka penentuan posisi Dinas
Pendidikan Surabaya dapat digambar sebagai Matrik SWOT
yang dapat dilihat pada Gambar dibawah.
• Untuk mencari koordinatnya, dapat dicari dengan cara
sebagai berikut:
• Koordinat Analisis Internal
• (Skor total Kekuatan - Skor Total Kelemahan) : 2 =
• (8 - 7) : 2 = 0,5
• Koordinat Analisis Eksternal
• (Skor total Peluang - Skor Total Ancaman) : 2 =
• (5 – 8) : 2 = -1,5
• Jadi titik koordinatnya terletak pada (0,5; -1,5)
DIAGRAM S W O T
O
II
STABILITY
Mendukung Strategi
Rasionalisasi
I
EXPANSION
Mendukung Strategi
Ofensif
W
S
III
RETRENCHMENT
Mendukung Strategi
Defensif
IV
COMBINATION
Mendukung Strategi
Diversifikasi
T
• Pada kuadran I ( S O Strategi ) strategi umum yang
dapat dilakukan oleh perusahaan adalah menggunakan
kekuatan perusahaan untuk mengambil setiap
keunggulan pada kesempatan yang ada.
• Pada kuadran II ( W O Strategi ) perusahaan dapat
membuat keunggulan pada kesempatan sebagi acuan
untuk memfokuskan kegiatan dengan menghindari
kelemahan.
• Pada kuadran III ( W T Strategi ) Meminimumkan segala
kelemahan untuk menghadapi setiap ancaman.
• Pada kuadran IV ( S T Strategi ) Menjadikan setiap
kekuatan untuk menghadapi setiap ancaman dengan
menciptakan diversifikasi untuk menciptakan peluang
Matrik Strategi Umum
Pertumbuhan Pasar Tinggi
1.
2.
3.
4.
5.
Persaingan 6.
Peng.Pasar
Penet.Pasar
Peng.Produk
Integrasi horisontal
Penciutan bisnis
Pengurangan
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
Peng.Pasar
Penet.Pasar
Peng.Produk
Integrasi kedepan
Integrasi kebelakang
Integrasi horisontal
Diversifi.Konsentrik
Penciutan bisnis
Likuidasi
Divers.Konsentrik
Diversi.Horisontal
Diversi Konglomerasi
Pengurangan
1.
2.
3.
4.
5.
6.
Divers.Konsentrik
Diversi.Horisontal
Diversi Konglomerasi
Usaha Patungan
Outsourching
Benchmarking
Lemah
1.
2.
3.
4.
5.
6.
Pertumbuhan Pasar Rendah
Persaingan
Kuat
COMPETITOR ANALYSIS &
SOURCES OF ADVANTAGE
Roger J Best
Market-Based Management
Pearson Education Int’l, 2005
Pengetahuan adalah
sumber keuntungan
• General Sun Tzu (510 BC):
Competitive strategy adalah proses
pengembangan keuntungan pengetahuan dan
kemudian menyerang dengan tak terduga
tetapi pada akhirnya menyebabkan pesaing
takluk.
Didasarkan pada pengetahuan superior
tentang terrain (pelanggan) dan enemy
(kompetisi)
Reactive Strategy
• Sebuah usaha dalam lingkup pengetahuan
pelanggan yang baik tetapi pengetahuan
pesaing rendah mengakibatkan terlalu
menanggapi permintaan pelanggan
• Kalau sebaliknya, maka terlalu bereaksi atas
pergerakan pesaing
Gambar 1:
Competitive Strategies
Didasarkan PadaTingkat Pengetahuan
Customer
Intelligence
Reactive
Strategy
Inside the Box
Strategy
Oblique
Strategy
Reactive
Strategy
Competitive Intelligence
Frontal Attack Strategy
• Terjadi bila secara langsung menantang pesaing
untuk memperebutkan pangsa pasar
• Perebutan ini dalam hal:
1. volume
2. penjualan
3. pangsa pasar
• Hasilnya :
menang (mencapai tujuan pemasaran) atau
kalah (profit rendah)
• Kemungkinan Frontal Attack Strategy:
1. pengurangan harga
2. menaikkan biaya pemasaran
• Dampak:
1. pangsa pasar,
2. volume penjualan,
3. pertumbuhan penjualan,
4. profit
Oblique Strategy
• Penyerangan secara tidak langsung pada
pesaing guna memenangkan pangsa pasar
dengan biaya minimal dan meminimalkan
respon pesain serta mencapai tujuan
pemasaran
• Bersifat rahasia, fokus pada pelanggan,
membingungkan dan menggagalkan usaha
pesaing
• Oblique Strategy sangat erat kaitannya dengan:
1. inovasi produk
2. pengembangan kualitas produk/jasa
3. inovasi program pemasaran
4. mengurangi biaya
5. penggunaan dan penempatan produk
6. mendapat distributor baru – manfaat yang
dirasakan pelanggan
Persaingan dan
Posisi Bersaing
Lingkungan bersaing dan
persaingan yang selalu berubah
Meng-update pengetahuan
pelanggan dan pesaing
Mempertahankan Competitive Advantage
Gambar 2:Kekuatan bersaing yang menajamkan
posisi bersaing dan profitabilitas
Competitive Position
&Profitability
Industry
Forces
Competitor
Benchmarking
Competitive
Advantage
Market entry/exitC Intelligence
Cost Advantage
Buyer/Supplier Power
C Analysis
Differentiation
Advantage
Substitutes/rivalry
C Benchmarking
Marketing Advantage
Industry Analysis : Hubungan antara
Competitive Environment (Favorable &
Unfavorable) dengan Profit potential
•
•
•
•
•
•
•
Penghalang untuk masuk
Penghalang untuk keluar
Customer buying power
Supplier selling power
Produk pengganti
Competitive rivalry
Prisoner’s Dilemma
Penghalang untuk masuk :
•
•
•
•
•
•
International market
Political barriers
Technological advantage
Low cost manufacturing / superior cost
High advertising expenditures
R&D spending
Sales force expenditures
Barriers
Mengurangi persaingan,
Meningkatkan potensi laba bagi
pesaing yang dilindungi
Penghalang untuk keluar :
• Legal, political or social forces
• Specialized assets (capital or people)
• Strategic importance of bussiness
Customer buying power (High):
•
•
•
•
•
•
Jumlah pelanggan sedikit
Jumlah Pembelian besar
Pasar kurang atraktif
Negosiasi penurunan harga
Syarat penjualan yang lebih lunak
Mudah untuk berpindah supplier
Supplier selling power (Low):
• Jumlah pembeli banyak
• Biaya berpindah supplier rendah
• Pasar kurang atraktif
Produk pengganti :
• Semakin banyak produk, semakin mudah berpindah
produk
• Potensi laba semakin rendah
• Industri kurang atraktif
Competitive Rivalry :
• Semakin banyak pesaing, diferensiasi semakin rendah
• Kapasitas industri berlebih, persaingan semakin tinggi
• Harga semakin rendah
• Meningkatkan biaya pemasaran
• Potensi laba menurun
Prisoner’s Dilemma (hal:177):
• Bussiness Marketing Strategy x Competitor marketing
strategy
• Pangsa pasar, volume, harga, margin, total contribution
Posisi Bersaing :
• Benchmark Competitors (hal:179)
Persepsi konsumen membentuk perceptual map
(peta persepsi) untuk mengetahui posisi
bersaing dan pesaing kunci utk benchmark
• Competitor Analysis
Mengetahui competitor intelligent dan evaluasi
competitive advantage
• Competitor Intelligence; competitor behavior
Terkait customers, dealers, trade press, business press,
general press, industry consultants, trade shows,
financial report, industry report, & government
documents
• Competitive Benchmarking adalah proses yang
dikembangkan untuk menguatkan posisi bersaing
relatif terhadap pesaing utama
Gambar 3: Sumber Utama
Competitive Advantage
Competitive
Advantage
Cost
Advantage
Differentiation
Advantage
Variable Cost
Product Differentiation
Biaya Pemasaran Service Quality
Biaya Operasional
Brand Reputation
Marketing
Advantage
Distribution
Usaha Penjualan
Brand Awareness
Cost Advantage :
• Variable Cost Advantage
Include manufacturing cost, and variable cost
dihubungkan dengan biaya distribusi, seperti diskon,
komisi penjualan, transportasi, dll.
Scale effect: Semakin besar volume produksi, akan
menurunkan biaya/unit
Scope effect: Bila bisnis menambah lini produk
sedangkan material dan proses pembuatannya sama
maka akan menurunkan biaya rata2/unit
Learning effect: Bila bisnis dibangun dengan oleh
produk2 yang sama maka kesalahan akan dapat
diminimalkan
• Marketing Cost Advantage
Markeing cost scope effect terjadi bila sales
force dapat menjual lebih banyak produk
kepada pelanggan yang sama.
• Operating Cost Advantage
Biaya operasional yang relatif lebih rendah
dibanding pesaing berkontribusi thd OCA
Differentiation Advantage :
• Product Advantage
Product’s durability, reliability, performance,
features, appearance, conformance to spesific
application
• Service Advantage
• Reputation Advantage
Marketing Advantage :
• Channel Advantage
• Sales Force Advantage
• Brand Awareness
Daftar Pustaka
•
•
•
•
•
•
•
•
Agustinus Sriwahyuni,1995,Manajemen Strategi , Pengantar berpikir strategi,
Penerbit Binarupa Aksara, Jakarta.
Hitt,Michael A.,R.Duane Ireland,Robert Ehoskisson,1999.Manajemen Strategis, Jakarta
:Penerbit Erlangga,
Hitt, Micahel A., R. Duane Ireland, Robert E. Hoskisson. 2001. Manajemen Strategis :
Daya Saing dan Globalisasi;Konsep, Buku 1, Edisi keempat, terjemahan, Risa Rimendi,
Salemba Empat, Jakarta.
Jauch, Lawrence,R dan William F. Glueck. 1988,Busines Policy and Strategic
management, Mc Graw Hill. Singapore.
Kaplan,Robert S, and David P.Norton,1992. Using Balance Scorecard as a Stra tegic
management system,Harvard Business Review,January-Pebruary
Porter, Michael E, 1997, Keunggulan Bersaing, alih Bahasa agus Maulana, Jakarta:
Penerbit Erlangga
Roger J Best 2005Market-Based Management ,Pearson Education Int’l
Umar Nimran,1996,Modul Kebijakan Perusahaan, Jakarta ,Penerbit Universitas
Terbuka

similar documents