4 - Webnode

Report
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR
Direktorat Pembinaan Sekolah Dasar
KEBIJAKAN DIREKTORAT SD
TENTANG PROGRAM BIMTEK
SEKOLAH DASAR BERSIH DAN SEHAT
Subdit Kelembagaan Dan Peserta Didik
Tahun 2013
PEMBINAAN SEKOLAH DASAR
Tersedianya sekolah dasar yang merata,
terjangkau, bermutu, sebagai pranata
pembentukan karakter bangsa
TUGAS DAN FUNGSI
DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH DASAR
(Permendikbud No. 1 Tahun 2012)
FUNGSI DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH DASAR
Melaksanakan perumusan dan koordinasi pelaksanaan kebijakan serta
fasilitasi penerapan standar teknis di bidang Sekolah Dasar dan
kesetaraan Sekolah Dasar.
TUGAS DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH DASAR
 Perumusan Kebijakan
 Koordinasi pelaksanaan kebijakan
 Fasilitasi dan pemberian bimbingan teknis penerapan norma, standar,
prosedur, dan kriteria
 Pelaksanaan kerja sama dan pemberdayaan peran serta masyarakat
 Evaluasi penerapan norma, standar, prosedur, dan kriteria
KEBIJAKAN PENGEMBANGAN SISTEM
SOSIALISASI
BIMTEK
GRAND
DESIGN/POLICY
PILOTING
PANDUAN
PELAKSANAAN
DISEMINASI
MONEV/PENDAMPINGAN
SASARAN AKHIR:
1. SEMUA SEKOLAH
MENERAPKAN ??
2. INDIKATOR
KUALITASNYA??
3. APA PERLU SAMPAI
UKURAN PD SISWA??
The Six Grand Policy:
PEMBINAAN SEKOLAH DASAR
1
Rekonstruksi sekolah dasar yang baik secara sistemik dan sistematik
2
Operasionalisasi lulusan SD baik dalam bentuk indikator perilaku
anak didik
3
Pengembangan deskripsi kinerja sekolah dasar standar nasional
4
Pengembangan investasi agar SD memiliki sumber daya yang
mamadahi, minimal memenuhi standar nasional
5
Pembinaan teknis pendidik dan tenaga kependidikan agar SD memiliki
kinerja yang baik bagi terbentuknya lulusan yang berkulitas
6
Peserta didik SD yang memiliki bakat atau kelebihan tertentu dibidang
matametika, ilmu pengetahuan alam, olah raga dan seni, serta dalam
bidang lainya dibina secara terus menerus dan difasilitasi untuk
mengikuti kompetisi di tingkat nasional dan internasional
1 KONSTRUKSI
SEKOLAH DASAR YANG BAIK SECARA SISTEMIK DAN
SISTEMATIK
LULUSAN SD:
OUTPUT
INSAN INDONESIA YANG CERDAS DAN KOMPETITIF
(Insan Kamil/Insan Paripurna)
KOMITMEN KEAGAMAAN
KOMITMEN KEBANGSAAN
KECENDEKIAAN
KINERJA
ORANG TUA DAN MSAYARAKAT
PEMBIAYAAN
SARANA DAN PRASARANA
PENDIDIKAN
PENDIDIK DAN TENAGA
KEPENDIDIKAN
KURIKULUM
SISWA
Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan
Budaya Sekolah yang Kondusif
Manajemen Sekolah yang Efektif dan Efisien
Peranserta Orang Tua dan Masyarakat
INVESTASI
SEMANGAT
2
LULUSAN
SEKOLAH DASAR YANG BAIK
2a
Visi Pembangunan Pendidikan Nasional 2025: Menghasilkan Insan Indonesia Cerdas dan Kompetitif
(Insan Kamil/Insan Paripurna)
Makna Insan Indonesia Cerdas
Cerdas
spiritual
•
•
Cerdas
emosional
dan sosial
•
•
Cerdas
intelektual
•
•
Cerdas
kinestetis dan
estetis
•
•
Beraktualisasi diri melalui olah hati/kalbu untuk menumbuhkan dan
memperkuat keimanan, ketakwaan, akhlak mulia, budi pekerti luhur, dan
kepribadian unggul.
Beraktualisasi diri melalui olah rasa untuk meningkatkan sensitivitas dan
apresiativitas akan kehalusan dan keindahan seni dan budaya, serta
kompetensi untuk mengekspresikannya.
Beraktualisasi diri melalui interaksi sosial yang (a) membina dan memupuk
hubungan timbal balik; (b) demokratis; (c) empatik dan simpatik; (d)
menjunjung tinggi hak asasi manusia; (e) ceria dan percaya diri; (d)
menghargai kebhinekaan dalam bermasyarakat dan bernegara; (e)
berwawasan kebangsaan dengan kesadaran akan hak dan kewajiban warga
negara.
Beraktualisasi diri melalui olah pikir untuk memperoleh kompetensi dan
kemandirian dalam ilmu pengetahuan dan teknologi.
Aktualisasi insan intelektual yang kritis, kreatif, inovatif dan imajinatif.
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Beraktualisasi diri melalui olah raga untuk mewujudkan insan yang sehat,
•
bugar, berdaya-tahan, sigap, terampil, dan trengginas.
Beraktualisasi diri melalui kreasi dan apresiasi terhadap seni untuk
membentuk insan yang berbudi luhur dan santun
Aktualisasi insan adiraga dan seni.
Makna Insan Indonesia
Kompetitif
Berkepribadian unggul dan
gandrung akan keunggulan
Bersemangat juang tinggi
Mandiri
Pantang menyerah
Pembangun dan pembina
jejaring
Bersahabat dengan
perubahan
Inovatif dan menjadi agen
perubahan
Produktif
Sadar mutu
Berorientasi global
Pembelajaran sepanjang
hayat
Menjadi rahmat bagi
semesta alam
2b
No
Lulusan SD 2025: Insan Indonesia 7—12 Tahun yang Cerdas dan Kompetitif
Lulusan
Indikator Utama
1
Beriman dan bertaqwa
1.
2.
3.
2
Cinta tanah air
1. Bangga menjadi anak indonesia
2. Suka mengunakan produk-produk Indonesia
3. Dapat menyanyikan lagu-lagu nasional
4. Menguasai seni dan budaya tradisonal Indonesia
3
Jujur, disiplin, tanggung
jawab, peduli, dan
tangguh
Masuk sekolah tetap waktu, selesai sekolah langsung pulang ke rumah, mengerjakan tugas
sekolah dan rumah dengan sungguh-sungguh, dan mudah mengeluh serta putus asa, suka
menjenguk warga sekolah dan teman yang sakit, semangat mengikuti kerja bakti sekolah dan
masyarakat, tidak segan-segan meminjamkan peralatan yang dibutuhkan temannya,
menyerahkan barang2 yang ditemukan kepada pihak sekolah
4
Memiliki wawasan luas
dan terampil
1.
5
Cakap berbahasa
nasional dan
internasional
1.
2.
3.
4.
5.
6
Berprilaku hidup bersih
dan sehat
Berolahraga secara teratur. Rapih dan bersih dalam berpakaian. Menempatkan barang-barang
pada tempatnya. Tidak suka makanan yg terbuka dan tidak sehat. Selalu merapikan kamar tidur
dan aktif kerja bakti membersihkan rumah. Aktif kerja bakti membersikan ruang kelas dan
sekolah. Membuang sampah pada tempatnya. Tidak coret coret buku, bangku, pintu, dan
tembok. Selalu mencuci tangat sehabis mengerjakan sesuatu.
2.
Memiliki keyakinan yang kuat akan keberadaan Allah SWT dan tidak mempersekutukannya
Tekun beribadah dengan tulus ikhlas
Memiliki budi pekerti yang baik sebagai refleksi dari kekuatan keyakinan dan ketekuanan
ibadahnya.
Memiliki wasasan yang luas dan keterampilan sekaitan dengan pancasila, kewarganegaraan.
matametika, IPS, IPA olah raga dan seni budaya Indonesia sesuai standar kelulusan
Mendapatkan nilai sempurna dalam mata pelajaran pendidikan pancasila dan kewargaraam.
matametika, IPS, IPA, pendidikan jasmani dan olah raga, dan seni budaya
Memiliki kebiasaan membaca setiap hari,
Memiliki kebiasaan menulis karangan fiksi dan non fiksi
Memiliki keruntutan dalam berbicara dan mengemukakan pendapat
Mendapakan nilai sempurna dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia
Terampil melakukan percakapan dalam salah satu bahasa internasional
3 KINERJA SEKOLAH DASAR YANG BAIK
No.
3a
Kinerja
Umum
Pembelajaran
Aktif, Kreatif,
Efektif, dan
Menyenangkan
Standar Kinerja Umum
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
Pembelajaran mengandung muatan pendidikan karakter
Pembelajaran dengan pendekatan tematik intergartif
Pembelajaran yang mengedepankan proses yang menfasilitasi peserta
didik mendapatkan pengalaman personal melalui langkah-langkah
mengamati, menanya, menalar, rekonstruksi, mencoba, penarikan
kesumpulan dan presentasi untuk meningkatkan kreativitas peserta didik.
Pembelajaran memfasilitasi peserta didik agar terbiasa untuk bekerja
dalam jejaringan (collaborative learning)
TIK menjadi media semua pembelajaran, dan guru bukan satu-satunya
sumber
Belajar tidak hanya terjadi di ruang kelas, tetapi juga di lingkungan
sekolah dan masyarakat
Penilaian berbasis kompetensi dengan penilaian otentik dan portofolio
berbasis acuan patokan.
Pembelajaran bahasa internasional (misalnya Bahasa Inggris dan bahasa
Arab) ditekankan pada percakapan
Pembelajaran ekstrakurikuler lebih ditekankan pada pembinaan bakat
dan minat dalam bidang olah raga dan seni, serta yang dapat
menanamkan nilai-nilai karakter, seperti cinta tanah air, Jujur, disiplin,
tanggung jawab, peduli, tangguh, sehat dan bersih.
No.
3b
Kinerja
Umum
Budaya sekolah
Standar Kinerja Umum
1.
2.
3.
4.
Sekolah memberikan pengalaman spiritual bagi peserta didik setiap hari
untuk menanamkan nilai-nilai keimanan dan ketaqwaan peserta didik,
misalnya sholat Jum’at di ruang kelas, atau di aula sekolah, mushollah
sekolah atau di masjid dekar sekolah, sholat dhuha bersama setiap hari
Rabu, sholat dhuhur berjamaah, gerakan puasa setiap senin dan Kamis,
tahajjud morning call, kabaktian bagi anak yang beragama Kristen.
Adanya program-program yang membiasakan peserta didik menerapkan
nilai-nilai kebaikan, misalnya kantin kejujuran, kerja bakti membersihkan
ruang kelas setiap hari Sabtu, menyelenggarakan peringakatan hari-hari
besar keagamaan yang diselenggarakan peserta didik sebagai panitia,
pemeriksaan kebersihan peserta didik (misalnya kuku, rambut, peralatan
belajar, baju seragam), program penyambutan peserta didikn oleh guru
dan peserta didik, kunjungan peserta didik ke temannya yang sedang
berbaring sakit, kunjungan peserta didik rumah-rumah yatim piatu,
kunjungan peserta didik ke tempat-tempat bersejarah dan inspiratif.
Guru bahasa internasional selalu berbahasa internasional dalam setiap
berkomunikasi dengan peserta didik, baik di sekolah maupun di luar
sekolah.
Sekolah membudayakan peserta didik secara mandiri membaca bacaan
fiksi dan nonfiksi yang diakhiri dengan penulisan ringkasan, sinopsis, dan
sebagaimanya, serta dipresentasikan di depan kelas atau di sekolah
(misalnya pada akhir kegiatan upacara), atau dipajang di majalah cetak
dan majalah dinding sekolah.
No.
3c
Kinerja Umum
Manajemen sekolah yang
efektif dan efisien
Standar Kinerja Umum
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
Sekolah menerapkan manajemen berbasis sekolah
Sekolah memiliki visi, misi, dan tujuan sekolah
Sekolah memiliki rencana kerja sekolah, meliputi rencana kerja
jangka menengah (5 tahunan) dan rencana kerja tahunan
dalam bentuk Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKA-S)
yang disetujui Dewan pendidik setelah memperhatikan
pertimbangan komite sekolah dan disahkan Dinas Pendidikan
setempat (untuk SD Negeri) dan Ketua Yayasan (untuk SD
Swasta). Rencana Kerja tahunan memuat kesiswaan, kurikulum
dan pembelajaran, pendidikan dan tenaga kependidikan,
sarana dan prasarana, keuangan dan pembiayaan, budaya dan
lingkungan sekolah, dan peran serta masyarakat.
Sekolah memiliki pedoman pelaksanaan rencana kerja,
struktur organisasi sekolah, dan pelaksanaan kerja sesuai
dengan jadwal.
Sekolah memiliki sistem pengawasan dan evaluasi yang
menjamin semua pelaksanaan rencana kerja tahunan efektif,
efisien dan akuntabel.
Adanya kepemimpinan sekolah yng visioner
Adanya sistem informasi manajemen yang baik.
Adanya ketatausahaan sekolah berbasis elektronik (e-office)
No.
3
Kinerja Umum
Peran serta orang tua dan
masyarakat
Standar Kinerja Umum
1.
2.
Orang tua sebagai model karakter bagi anak
Orang tua aktif dalam paguyuban kelas guna memecahkan
masalah belajar anak
3. Orang tua aktif dalam kegiatan-kegiatan komite sekolah
guna membantu sekolah meningkatkan kualitas pendidikan
4. Adanya kemitraan yang kuat antara sekolah dan lembaga
pemerintahan
5. Adanya kemitraan yang kuat antara sekolah dan lembaga
swasta atau lembaga swadaya masyarakat
6. Pencitraan sekolah tiada henti melalui perilaku yan baik
pada diri setiap warga sekolah
7. Percitraan sekolah tiada henti melalui tampilan sarana dan
prasarana sekolah
8. Pencitraan sekolah tiada henti melalui stiker, benner, brosur,
leaflet, kalender sekolah
9. Pencitraan sekolah tiada henti melalui siaran radio dan
televisi.
10. Pencitraan sekolah tiada henti melalui majalah sekolah dan
majalah umum
11. Pencitraan sekolah tiada henti melalui surat kabar sekolah
maupun umum.
4
PENGEMBANGAN INVESTASI:
SD MEMILIKI INPUT YANG MEMADAHI
1
The raw input: peserta didik/siswa/murid
2
The instrumental input: kurikulum, pendidik dan tenaga
kependidikan, sarana dan prasarana, dan pembiayaan
3
The Environmental input: lingkungan dimana anak
melaksanakan aktivitas kehidupan, terutama di rumah
dan masyarakat
INVESTASI BIDANG KESISWAAN:
Anak Usia 7—12 Tahun Bersekolah dan lulus/tidak putus sekolah
4a
Undang-Undang RI Nomor 20 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
Pasal
UU RI Nomor 20 Tahun 2003 tentang SISDIKNAS
5
Setiap warga negara mempunyai hak yang sama untuk memperoleh pendidikan
yang bermutu.
6
(1) Setiap warga negara yang berusia tujuh sampai dengan lima belas tahun wajib
mengikuti pendidikan dasar
11
1)
2)
Pemerintah dan pemerintah daerah wajib memberikan layanan dan kemudahan, serta
menjamin terselenggaranya pendidikan yang bermutu bagi setiap warga negara tanpa
diskriminasi.
Pemerintah dan pemerintah daerah wajib menjamin tersedianya dana guna
terselenggaranya pendidikan bagi setiap warga negara yang berusia tujuh sampai
dengan lima belas tahun.
No
Komitmen Global
1
Dalam Millenium Summit tahun 2000 yang dihadiri oleh 189 Kepala Negara di dunia
disepakati millennium development goals (MDGs), salah satu tujuannya adalah
menuntaskan pendidikan dasar pada tahun 2015
2
Education Forum di Dakar tahun 2000 yang diprakarsai oleh UNESCO menyepakati
Dakar Framework for Action: Education for All (EFA) yang salah satu tujuannya adalah
bahwa pada tahun 2015, semua anak, khususnya perempuan dan anak-anak yang
memiliki keterbatasan atau berasal dari etnik minoritas mempunyai akses dan dapat
menyelesaikan pendidikan sekolah dasar yang bermutu secara gratis.
14
Bentuk Investasi Bidang Kesiswaan.
No.
4a.1
Investasi
Sasaran
Bantuan Operasional
Sekolah
No
Sasaran/
Anggaran
1
Sekolah
2
Siswa
3
Harga Satuan
4
Anggaran
Semua SD negeri maupun swasta agar membebaskan
pungutan bagi seluruh siswa SD negeri terhadap biaya
operasi sekolah, kecuali pada RSBI, dan membebaskan
pungutan seluruh siswa miskin dari seluruh pungutan
dalam bentuk apapun, baik di sekolah negeri maupun
swasta.
Sasaran : 27.194.388.
Anggaran: 15.772.745.040.000
2010
2011
2012
145.547
146.909
27.672.820
28.144.744
397.000 (Kab)
400.000 (Kota)
11,003.000.000.000
397.000 (Kab)
400.000 (Kota)
11,190.000.000.000
2013
27.194.388
580.000
15.772.745.040.000
2014
Bentuk Investasi Bidang Kesiswaan.
No.
4a.1
Investasi
Bantuan Operasional
Sekolah
4b.2 Bantuan Siswa Miskin
Sasaran
Semua SD negeri maupun swasta agar membebaskan
pungutan bagi seluruh siswa SD negeri terhadap biaya
operasi sekolah, kecuali pada RSBI, dan membebaskan
pungutan seluruh siswa miskin dari seluruh pungutan
dalam bentuk apapun, baik di sekolah negeri maupun
swasta.
Sasaran : 27.194.388.
Anggaran: 15.772.745.040.000
Peserta didiK yang tidak mampu secara ekonomi.
Tujuannya membantu siswa untuk memenuhi
kebutuhannya dalam kegiatan belajar di sekolah.
Meringankan beban orangtua yang tidak
mampu/miskin dalam memenuhi biaya pendidikan.
Sasaran
: 3.530.305 peserta didik SD
Anggaran : 360.000/peserta didik
Total 2013 : 1.270.909.800.000,00
Investasi Pemerintah agar semua anak usia 7—12 tahun bersekolah dan lulus SD
No.
Investasi
Sasaran
4a.3
Bantuan Paket
Belajar
Diutamakan bagi siswa pada SD penyelenggara program
retrieval dan remedial dan siswa lain di luar program
retrieval dan remedial yang memenuhi kriteria yang
ditetapkan, dengan tujuan untuk membantu kebutuhan
belajar bagi siswa sekolah dasar penerima bantuan paket
belajar dalam upaya menjaga keberlangsungan
pembelajaran di sekolah.
Sasaran : 21.000 siswa
Anggaran: Rp, 750.000/siswa
4a.4
Retrieval dan
Remidial
Anak usia sekolah dasar (8—12 tahun) yang putus sekolah
atau belum besekolah di daerah perkotaan karena
berbagai alasan. Mereka perlu dipersiapkan dalam sebuah
program kelas layanan khusus, sehingga dapat
melanjutkan kembali atau memperoleh pendidikan formal
di sekolah dasar.
Sasaran :
Anggaran: Rp. 40.000.000,-
4b
INVESTASI BIDANG KURIKULUM:
Perubahan Kurikulum dari masa ke masa sampai menjadi Kurikulum 2013
1947
Rencana Pelajaran →
Dirinci dalam Rencana
Pelajaran Terurai
1975
Kurikulum
Sekolah Dasar
1968
Kurikulum
Sekolah
Dasar
1945
1955
1965
1994
Kurikulum
1994
2004
Rintisan
Kurikulum
Berbasis
Kompetensi (KBK)
2013 ‘Kurikulum
2013’
1975
1985
1995
1984
1973
Kurikulum 1984
1964
Kurikulum Proyek
Rencana
Perintis Sekolah
Pendidikan
Pembangunan
Sekolah Dasar (PPSP)
2005
1997
Revisi Kurikulum
1994
2015
2006
Kurikulum
Tingkat Satuan
Pendidikan
(KTSP)
Perubahan dari KTSP menjadi Kurikulum 2013
TUJUAN PENDIDIKAN NASIONAL
4. Penyesuaian Beban
3. Penguatan Proses
KBK 2004
KTSP 2006
2. Pendalaman dan
Perluasan Materi
1. Penataan Pola Pikir
dan Tata Kelola
TANTANGAN INTERNAL DAN EKSTERNAL
KURIKULUM
2013
Kurikulum SD 2013
No
Komponen
I
II
III
IV
V
VI
1
Kelompok A
Pendidikan Agama dan Budi Pekerti
4
4
4
4
4
4
2
PPKN
5
6
6
4
4
4
3
Bahasa Indonesia
8
8
10
7
7
7
4
Matematika
5
6
6
6
6
6
5
IPA
*
*
*
3
3
3
6
IPS
*
*
*
3
3
3
4
4
4
5
5
5
4
4
4
4
4
4
Jumlah
30
32
34
36
Catatan:
* KD IPA dan IPS kelas I s.d. Kelas III diintegrasikan ke mata pelajaran lainnya
** Muatan lokal dapat memuat Bahasa Daerah
36
36
Kelompok B
7
8
Seni Budaya & Prakarya (termasuk muatan
lokal**)
Pendidikan Jasmani, Olah Raga dan
Kesehatan (termasuk muatan lokal).
4c
INVESTASI BIDANG SARANA DAN PRASARANA:
DAK DAN BANSOS agar SD memenuhi Permendikbud Nomor 24/2007
No.
Prasarana
1
Ruang kelas
V
2
Ruang guru
V
3
Ruang kantor/kepala sekolah
V
4
Toilet Guru dan peserta didik
V
5
Halaman upacara/olah raga serba guna
V
6
Perpustakaan sekolah
7
Laboratoium IPA
8
Laboratorium bahasa
9
Laboratorium komputer
V
10
Kantin sekolah sehat
V
11
Gudang Sekolah
12
Ruang Serba Guna
13
Rumah pesuruh sekolah
2014
2019
2025
2029
V
V
V
V
V
Ragam Investasi Bidang Sarana dan Prasarana
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
Rehabilitasi RK rusak ringan dengan dana BOS
Rehabilitasi RK rusak sedang dengan DAK
Bansos Rehabilitasi RK rusak sedang dengan dana DIPA Pusat
Rehabilitasi RK rusak berat dengan DAK
Bansos Rehabilitasi RK rusah berat dengan dana DIPA Pusat
Bansos RKB dan meubelair dengan dana DIPA Pusat
Pengadaan ruang perpustakaan dengan DAK
Bansos Perpustakaan dengan dana DIPA Pusat
Pengadaan alat peraga/media pembelajaran dengan DAK
Pengadaan peralatan olah raga dan seni dengan DAK
Pengadaan peralatan olah raga dan seni dengan dana DIPA Pusat
Bansos Komputer untuk E-Learning dengan dana DIPA Pusat
Bansos Komputer untuk menajamen sekolah dengan dana DIPA
Pusat
14. Penggandaan dan pendistribusian buku untuk mengimplemntasikan
kurikulum
4d
INVESTASI BIDANG PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN:
Bimtek, Piloting dan The Best Practices Kinerja
Pembelajaran aktif,
kreatif, efektif dan
menyenangkan









Bimtek Kurikulum
Bimtek Calistung
Bintek Pembelajaran Tematik Integratif
Bimtek E-Learning
Bimtek Retrieval
Bimtek Esktrakurikuler Pramuka
Bimtek Ekstrakurikuler Keagamaan
Bimtek Ekstrakurikuler Keolahragaan
Bimtek Esktrakurikuler Kesenian
Budaya sekolah
yang kondusif




Bimtek Pendidikan Karakter
Piloting Pendidikan Karakter
The Best Practices Pendidikan Karakter
Bimtek Sekolah Dasar Bersih dan Sehat
Manajemen yang
efektif dan efisien



Peranserta orang
tua dan
masyarakat
Bimtek Manajemen Berbasis Sekolah
Bimtek Kepemimpinan Visioner
Bintek Sistem Informasi Manajemen
Bimtek Pengelolaan Sarana dan Prasarana
Bimtek Pengelolaan Sekolah Berbasis IT
Bimtek Pengelolaan dan Pelaporan Keuangan
Bimtek Percepatan Akreditasi Sekolah
Bimtek Komite Sekolah
Bimtek Hubungan Sekolah dan Masyarakat
Bimtek Pencitraan Sekolah
Alur Bimbingan Teknis
Bimtek Tim
Pengembang
Tk Kab./Kota
D
Bintek Tk.
Gugus atau
Sekolah
3
6
Bimtek I
9
Bimtek I
MONEV
7
4
Bimtek I
Bimtek II
Tugas
C
Workshop III
Tugas
Bimtek
Tim Pembina
Tk. Provinsi
Workshop II
Tugas
B
Workshop I
10
2
Tugas
Workshop
Tim Pembina
Tik. Pusat
1
Tugas
A
8
5
KKG
KKG
OUTPUT WORKSHOP
PEMBINA BIMTEK SDBS
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
Tersusunnya Panduan Pebinaan SDBS
Tersusunnya Panduan Pelaksanaan Workshop Pembina SDBS
Tingkat Provinsi (IN-IN-ON-IN)
Tersusunnya Jadwal Pelaksanaan Workshop Pembina SDBS Tingkat
Provinsi (IN-ON-IN)
Tersusunnya Perangkat Materiil (dalam bentuk Power Point)
Workshop Pembina SDBS Tingkat Provinsi Tingkat Provinsi (IN-ONIN)
Tersusunnya Tatatertib Workshop Pembina SDBS Tingkat Provinsi
Tingkat Provinsi (IN-ON-IN)
Tersusunnya Instrumen pengukuran kualitas proses dan hasil
Workshop Pembina SDBS Tingkat ProvinsiTingkat Provinsi (IN-ONIN)
Tersusunnya Instrumen Pengukuran Pemilihan Calon Pembina SDBS
Tingkat ProvinsiTingkat Provinsi
JADWAL BIMTEK SEKOLAH BERSIH DAN SEHAT
No.
Jenis Bimtek
Waktu Pelaksanaan
Penanggung jawab
1
Bimtek Tim Pembina Tingkat
Pusat I
8 s.d. 12 Juli
Dit PSD
2
Bimtek Tim Pembina Tingkat
Pusat II
26 s.d. 30 Juli
Dit PSD
3
Bimtek Tim Pembina Tingkat
Provinsi I
5 s.d. 9 Sept
Dit PSD
4
Bimtek Tim Pembina Tingkat
Provinsi II
3 s.d. 7 Okt
Dit PSD
5
Bimtek Tim Pelaksana Tingkat
Kabupaten I
Dinas Pendidikan
Provinsi
6
Bimtek Tim Pelaksana Tingkat
Kabupaten II
Dinas Pendidikan
Provinsi
7
Bimtek Tim Pembina Tingkat
Pusat III
Dit PSD
TUJUAN
1
2
3
• Mewujudkan sekolah dasar yang memenuhi syarat kesehatan untuk
meningkatkan kualitas hidup bersih dan sehat warga sekolah.
• Menyelenggarakan pendidikan kesehatan di Sekolah Dasar
• Menyelenggarakan pelayanan kesehatan di Sekolah Dasar
4
• Meningkatkan kebersihan dan kesehatan gedung dan halaman
Sekolah Dasar
5
• Meningkatkan kebersihan dan kesehatan lingkungan sekitar
Sekolah Dasar
6
• Melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat siswa di Sekolah
Dasar
MANFAAT
Terwujudnya sekolah dasar yang memenuhi
syarat kesehatan untuk meningkatkan kualitas
hidup bersih dan sehat warga sekolah.
Terselenggaranya Pendidikan Kesehatan di
sekolah dasar
Terselenggaranya Pelayanan Kesehatan di
sekolah dasar
Meningkatnya kebersihan dan kesehatan
gedung dan halaman sekolah dasar
Meningkatnya kebersihan dan kesehatan
lingkungan sekitar sekolah dasar
Terlaksananya perilaku hidup bersih dan sehat
siswa di sekolah dasar
SASARAN
PENUTUP
Pelaksanaan Sekolah Dasar Bersih dan Sehat:
sebuah komitmen dari
SEMUA PIHAK
Terima kasih

similar documents