Pengantar Ilmu Ekonomi Pertemuan 7

Report
Teori Produsen
dan Teori Konsumen
MENU
 Teknologi Produksi
 Isoquant
 Isocost
 Perilaku Konsumen
 Total, marginal utility, Law of Diminishing Return
 Batas anggaran bagi konsumen
Teori Produksi
 Jika konsumen mengalokasikan harga untuk konsumsi
MAKA produsen…. mengalokasikan dana untuk
penggunaan FP yang akan diproses menjadi output
 Keseimbangan konsumen terjadi pada saat seluruh uang
habis untuk konsumsi, MAKA produsen…..
 Jika pada konsumen berlaku LDMU, MAKA produsen
berlaku LDR
 Perfect knowledge konsumen atas….., MAKA produsen
atas….
Perusahaan/Firm
 An organization that comes into being when a person or a
group of people decides to produce a good or service to
meet a perceived demand (Karl Case, et.all, 2011).
 An organization that converts inputs such as labor, materials,
energy, and capital into outputs, the goods and services that
it sells (Jeffrey Perloff, 2011).
 An institution that hires factors of production and
organizes those factors to produce and sell goods and services
(Michael Parkin, 2011).
The Firm’s Goal
 A firm’s goal is to maximize profit.
 A firm that does not seek to maximize
profit is either eliminated or taken over
by a firm that does seek that goal.
Pengertian Produksi
 Meliputi prilaku perusahaan dalam melakukan kegiatan
produksi secara individu
 Aktivitas perusahaan dalam mengkombinasikan faktorfaktor produksi yang dimiliki untuk menghasilkan
barang/ jasa yang akan dijual
 Any activity that results in the conversion of resources
into products that can be used in consumption (Leroy
Miller,2011).
Produksi
 Flow concept (miller & Meiners)
 Kegiatan produksi diukur dari jumlah
barang/ jasa yang dihasilkan dalam waktu
satu periode tertentu. Sedang kualitas tidak
berubah
Skema Proses Produksi
Input
(X1,X2…)
•Apa yang dibutuhkan
•Berapa banyak
Aktivitas
Produksi
Output
(Barang/Jasa)
The Behavior of Profit-Maximizing
Firms
 All firms must make several basic decisions to achieve what
we assume to be their primary objective— maximum
profits.
 1. How much output to supply (quantity of
product)
 2. How to produce that output (which production
technique/technology to use)
 3. How much of each input to demand
The Behavior of Profit-Maximizing
Firms
Teknologi Produksi
 The quantitative relationship between
inputs and outputs.
 Specific quantities of inputs are needed
to produce any given service or good.
Teknologi Produksi
Macam Teknologi Produksi :
 Labor-intensive technology
Technology that relies heavily on human labor instead of
capital.
 Capital-intensive technology
Technology that relies heavily on capital instead of human
labor.
In choosing the most appropriate technology, firms
choose the one that minimizes the cost of
production.
Kategorisasi Produksi
 Custom-order production
 Produksi sesuai pesanan
 Jasa konsultan dll
 Rigid mass production
 Selera konsumen
 Varian Mobil
 Flexible mass production
 Sebagai bahan dasar
 Komponen mobil untuk semua jenis mobil
 Process or flow production
 Teknologi yang terintegrasi
 Otomatis
 PAM
Aktivitas Produsen
 Berbagai FP  barang & jasa
 Faktor produksi
 Fixed input
 Jumlah penggunaannya tidak tergantung pada jumlah
produksi
 Ada/ tidaknya kegiatan produksi, FP itu harus tetap ada
 Variable input
 Tergantung pada jumlah produksi (P>,Vi>)
Faktor Produksi (FP)
 Faktor Produksi Asli : Sumber daya alam dan
sumber daya manusia
 Faktor Produksi turunan : modal dan keahlian
Fungsi Produksi
 GIGO
 Model matematis yang menunjukan hubungan antara
jumlah faktor produksi (input) yang digunakan dengan
jumlah barang/jasa (output) yang dihasilkan
 Q=f(L,R,T,C)  contoh produksi yang menggunakan 4
input.
 Konsep Efisiensi (Technical & Economical)
Model Produksi
 Produksi Total (TP)
 Banyaknya produksi yang dihasilkan dari penggunaan total
faktor produksi
 Produksi Marginal (MP)
 Tambahan produksi karena penambahan penggunaan satu unit
faktor produksi
 Produksi Rata-rata (AP)
 Rata2 output yang dihasilkan per unit faktor produksi
Kurva TP,MP,AP
Mesin Buruh TP
(unit) (orang)
1
1
5
1
2
20
1
3
45
1
4
80
1
5
105
1
6
120
1
7
126
1
8
120
1
9
108
1
10
90
MP
AP
5
15
25
35
25
15
6
-6
-12
-16
5
10
15
20
21
20
18
15
12
9
140
120
100
TP
80
60
40
20
AP
0
1
-20
-40
2
3
4
5
6
7
8
9
10
MP
The Law Of Diminishing Returns/
Diminishing Marginal Product
 According to the law of diminishing
returns, when additional units of a variable
input are added to fixed inputs, after a
certain point, the marginal product of
the variable input will decline.
Stages of Production
 Stage 1
 Penambahan L akan meningkatkan TP maupun
AP. Karena itu hasil yang diperoleh dari L masih
jauh lebih besar dari tambahan upah yang harus
dibayarkan. Perusahaan rugi jika berhenti
produksi pada tahap ini.(kurva TP meningkat
tajam)
Stages of Production
 Stage 2
 Karena berlakukan Law of diminishing return
(LDR), baik MP atau AP mengalami penurunan.
Namun demikian nilai keduanya masih positif.
Penambahan L akan tetap menambah produksi
total sampai mencapai nilai maksimum. (kurva
TP datar sejajar dengan sumbu horizontal)
Stages of Production
 Stage 3
 Perusahaan tidak mungkin melanjutkan
produksi, karena penambahan L justru
menurunkan TP. Perusahaan akan
mengalami kerugian.(kurva TP negatif)
Kurva ISOQUANT
 Kombinasi input yang dapat dipilih untuk menghasilkan tingkat
output yang sama
KURVA ISOQUANT
Kurva Anggaran Produksi
(ISOCOST)
 Kurva yang menggambarkan berbagai kombinasi penggunaan 2
macam FP yang memerlukan biaya yang sama
TEORI KONSUMEN
Untuk mencapai kepuasan
maksimum
maka prilaku konsumen dalam
menentukan alokasi SD ekonominya
dipengaruhi oleh ASUMSI –
ASUMSI
So..it can be analyzed
Pengertian & Asumsi Utama
 Barang (commodities)
 Dikonsumsi untuk memperoleh benefit dan kegunaan
 More consumed,more benefit (Good), semakin dimiliki
semakin memberikan manfaat
 More consumed, less benefit (Bad) not analyzed
Pengertian & Asumsi Utama
 Utility
Manfaat yang diperoleh karena mengkonsumsi barang
Ukuran manfaat suatu barang dibanding alternatif penggunaannya.
Dasar DM oleh konsumen.
TU  manfaat total yang diperoleh dari seluruh barang yang
dikonsumsi
 MU tambahan manfaat yang diperoleh karena menambah konsumsi
sebanyak 1 unit barang




Pengertian & Asumsi Utama
 Hukum pertambahan manfaat yang makin menurun (LDMU)
 Awalnya ada tambahan utilitas yang besar, next…?  menurun
dan negatif
 Good telah menjadi Bad  LDMU (semakin menurunnya
utilitas marginal)
 Air vs Berlian (Gossen Law)
 The tendency for marginal utility to decrease as the
consumption of a good increases
The Law of
Diminishing Marginal Utility oleh Herman H. Gossen
Explanations
 Figure 3.8(a) illustrates the total utility that Lisa gets from seeing




films.
As you can see, the more films Lisa sees in a month, the more
total utility she gets.
Part (b) illustrates her marginal utility. This graph tells us that as
Lisa sees more films, the marginal utility that Lisa gets from
seeing films decreases.
For example, her marginal utility from the first film is 50 units,
from the second 38 units, and from the third 33 units.
We call this decrease in marginal utility as the consumption of a
good increases the principle of diminishing marginal utility . . .
Pengertian & Asumsi Utama
 Konsistensi preferensi (Transitivity)
 Menyusun prioritas pilihan untuk DM
 Prefer (lebih suka)  X > Y
 Indifference (sama sama disukai)  X = Y
 X > Y > Z  Konsep Transitivity
 Pengetahuan sempurna
 Kualitas, KP, teknologi, price
BATAS ANGGARAN
 The limits to individual consumption choices are described
by a budget line.
 To make the concept of the individual’s budget line as clear as
possible, we’ll consider a simplified example of one
individual – Lisa – and her choice.
 Lisa has an income of £30 a month to spend. She spends her
income on two goods – cinema films and cola.
 Cinema tickets cost £6 each; cola costs £3 for a six-pack. If
Lisa spends all of her income, she will reach the
limits to her consumption of films and cola.
Teori Kardinal
Kegunaan dapat dihitung secara nominal. Keputusan untuk
mengonsumsi suatu barang berdasarkan perbandingan antara
manfaat yang diperoleh dengan biaya yang dikeluarkan
Utilitas Total dan Marginal dari Mengkonsumsi Baju
Harga baju
Jumlah baju
per helai yang dikonsumsi
25,000
1
25,000
2
25,000
3
25,000
4
25,000
5
25,000
6
25,000
7
25,000
8
Rp
TU (util)
MU (util)
25,000
50,000
75,000
100,000
125,000
150,000
175,000
200,000
50,000
125,000
185,000
225,000
250,000
250,000
225,000
100,000
50,000
75,000
60,000
40,000
25,000
(25,000)
(125,000)
Baju pertama bagi saya nilai kegunaannya >>>
dibanding uang yang harus dikeluarkan
300,000
250,000
200,000
150,000
100,000
TU
50,000
(50,000)
1
2
3
4
5
6
7
8
(100,000)
(150,000)
MU
Teori Ordinal
 Kegunaan tidak dapat dihitung, tapi hanya bisa dibandingkan
(kecantikan & kepandaian seseorang)
 Teori Ordinal menggunakan kurva indiferensi, yaitu kurva
yang menunjukkan berbagai kombinasi konsumsi dua macam
barang yang memberikan tingkat kepuasan yang sama bagi
seorang konsumen.
Makan Siomay dan Makan Soto
Yang Memberi Tingkat Kepuasan Sama Bagi Anda
Makan Siomay
Makan Sate
(piring per bulan) (porsi per bulan)
25
4
20
5
10
10
5
20
4
25
KURVA INDIFFERENCE
Makan Siomay
C
B
A
Makan Sate
Kurva Indifference
Kombinasi konsumsi 2 macam barang yang memberikan tingkat
kepuasan yang sama bagi seorang kosumen.Semakin jauh dari
Titik origin, semakin puas
LATIHAN SOAL
Jerry memiliki $ 12 per minggu untuk dibelanjakan pada
yogurt dan majalah. Harga yoghurt adalah $ 2, dan harga
majalah adalah $ 4.
1. Sebutkan kombinasi yogurt dan majalah yang Jerry mampu
beli. Gambar grafik garis anggaran Jerry dengan jumlah
majalah diplot pada sumbu x.
2. Jelaskan bagaimana kemungkinan konsumsi Jerry berubah
jika, hal-hal lain tetap sama, (i) harga majalah turun dan (ii)
peningkatan pendapatan Jerry
LATIHAN SOAL
 Tabel berikut memberikanTotal output atau total produk
sebagai fungsi unit kerja yang digunakan.
 a. Tentukan Marginal Product dan Average
Product.Gambarkan GrafikTP,MP dan AP
 b. Apakah Tabel di atas menunjukkan situasi The Law of
Diminishing Returns ? Jelaskan jawaban Anda.

similar documents