6. Permintaan Agregat.

Report
PERMINTAAN AGREGATIF
( Permintaan Barang dan Jasa Total Dalam Perekonomian )
PERMINTAAN AGREGATIF
Adalah permintaan keseluruhan total
atau permintaan seluruh lapisan
masyarakat
 Dibentuk Oleh Pasar Komoditi
Y=C+I+G+( X–M)
 Dibentuk Oleh Pasar Uang
MS = MD
Dimana MD = mt + mj + m2
Masing – masing dari keempat komponen tersebut
memberikan kontribusinya bagi permintaan agregat barang
dan jasa. Diasumsikan bahwa harga adalah konstan atau
tidak berubah. Ini juga berarti semua variable adalah
diasumsikan riil dan tidak ada inflasi.
KURVA PERMINTAAN AGREGAT
Kurva menunjukkan hubungan negatif antara
pendapatan nasional dengan tingkat harga.
Dengan kata lain, kurva permintaan agregat
menunjukkan sekumpulan titik ekuilibrium yang
muncul dalam model IS – LM ketika kita
mengubah tingkat harga dan melihat apa yang
terjadi pada pendapatan.
Kurva Permintaan Agregat adalah kurva yang
menunjukkan hubungan relatif antara keluaran
(Pendapatan) Agregat dan tingkat bunga.
Kurva Permintaan Agregatif ( Aggregate Demand
Curve) adalah kurva yang menunjukkan jumlah barang dan
jasa yang ingin dibeli oleh rumah tangga, perusahaan, dan
pemerintah pada setiap tingkat harga. ( N. Gregory Mankiw,
2004)
Kurva Permintaan Agregate adalah sebuah persamaan
fungsi yang menghubungkan tingkat – tingkat pendapatan
nasional dengan tingkat – tingkat harga dimana dipenuhi
syarat ekuilibriumnya pasar uang dan pasar barang. ( Ekonomi
Makro, Liberty Jogjakarta,
)
Diantara pembentuk kurva penawaran agregat yaitu pasar
uang ( kurva IS ) dan pasar barang ( kurva LM )
Tingkat
bunga, r
LM (P2)
LM (P1)
1. Tingkat harga P lebih
menggeser kurva LM
ke atas
Y2
Y1 IS
2. Yang menurunkan
pendapatan Y
Pendapatan,
Output, Y
Model IS – LM
Menunjukkan model IS – LM : kenaikan tingkat harga dari P1 ke P2
menurunkan keseimbangan uang riil dan menggeser kurva LM ke atas.
Tingkat
harga, P
3. Kurva AD hubungan
antara P dan Y
P2
P1
AD
Y2
Y1
Pendapatan,
Output, Y
Kurva Permintaan Agregatif
Menunjukkan kurva permintaan agregat yang meringkas hubungan
antara tingkat bunga dan pendapatan ini : semakin tinggi tingkat harga,
semakin rendah tingkat pendapatan
Setiap pasang nilai P dan Y pada kurva permintaan
agregat berhubungan dengan satu titik di mana baik
pasar barang maupun pasar uang berada dalam
keseimbangan. Kurva permintaan agregat jauh lebih
rumit dibandingkan kurva permintaan pasar atau
individu yang sederhana.
Kurva AD bukan kurva permintaan pasar, dan kurva
ini bukan jumlah dari semua kurva permintaan pasar
dalam perekonomian, karena permintaan pasar
bersifat individual.
Kurva permintaan menunjukkan kuantitas keluaran yang
diminta ( oleh suatu rumah tangga individual atau dalam
suatu pasar tunggal ) pada setiap harga yang mungkin, cateris
paribus. Dalam menggambarkan kurva permintaan, kita
mengasumsikan bahwa harga – harga dan pendapatan tetap.
Dari asumsi itu, menyusul bahwa salah satu alasan julah
barang tertentu yang diminta turun bila harganya naik adalah
bahwa harga – harga lain tidak naik.
Permintaan agregat turun bila tingkat harga naik karena lebih
tingginya tingkat harga menyebabkan aiknya permintaan
uang ( MD ), karena penawaran uang yang konstan, tingkat
suku bungan akan naik untuk membangun kembali
keseimbangan di pasar uang. Tingkat suku bunga tinggilah
yang menyebabkan keluaran agregat turun.
Yaitu jumlah dari konsumsi ( C ), Investasi ( I ),
Belanja Pemerintah ( G ), dan ekspor netto ( X - M )
Y = C + I + G + Xnet
Masing – masing dari keempat komponen tersebut
memberikan kontribusinya bagi permintaan agregat barang
dan jasa. Untuk saat ini, belanja pemerintah kita asumsikan
tetap, berdasarkan kebijakan. Namun ketiga komponen
lainnya yaitu konsumsi, investasi dan ekspor neto tergantung
pada kondisi perekonomian dan khususnya tingkat harga.
 Kebijakan Fiskal Ekspansif
 Kebijakan Fiskal Kontraktif
Kebijakan Moneter Ekspansif
 Kebijakan Moneter Kontraktif
 Kebijakan Fiskal Ekspansif
G↑
→ Kurva AD bergeser ke kanan
Tx net↓→ Kurva AD bergeser ke kanan
Kenaikan G menaikkan keluaran ( pendapatan ) agregat yang
direncanakan, yang selanjutnya akan menyebabkan kenaikan
keluaran pada masing – masing tingkat harga yang mungkin.
Penurunan T menyebabkan konsumsi naik. Konsumsi yang lebih
tinggi selanjutnya menaikkan pengeluaran agregat yang
direncanakan, yang menimbulkan kenaikan keluaran pada setiap
harga yang mungkin.
Tingkat
bunga, r
Ekspansi Fiskal menggeser
kurva IS
Tingkat
harga, P
... Yang meningkatkan
permintaan agregat pada
tingkat harga berapapun
LM (P=P1)
r0
r1
P
IS0
Y0
Y1
IS1
AD0
Pendapatan,
OutputY
Y0
Y1
AD1
Pendapatan,
Output, Y
Kebijakan Fiskal Ekspansioner
Akibat kenaikan pengeluaran pemerintah ( G ) atau penurunan
pajak neto (Tx net ) terhadap kurva AD menyebabkan kurva
permintaan agregat ( ADo) bergeser ke kanan dari ADo ke AD1.
 Kebijakan Fiskal Kontraktif
G↓
→ kurva AD bergeser ke kiri.
Tx net↑ → kurva AD bergeser ke kiri.
Tingkat
Harga, P
Yang menurunkan
permintaan agregat pada
tingkat harga tertentu
P
AD2
Y2
Yo
ADo
Pendapatan,
Output, Y
Kebijakan Fiskal Kontraktif
Akibat penuruna pengeluaran pemerintah ( G ) atau kenaikan
pajak neto ( Tx net ) terhadap kurva AD menyebabkan kurva
permintaan agregat ( ADo ) bergeser ke kiri dari ADo ke AD2
 KEBIJAKAN MONETER
EKSPANSIF
MS ↑ → Kurva AD bergeser ke
kanan
Kenaikan ( pendapatan ) agregat, Y. MS menurunkan tingkat
suku bunga, yang menaikkan investasi yang direncankan ( dan
demikian pengeluaran angregat yang direncanakn ). Hasil
akhirnya adalah kenikan keluaran pada masing – masing
tingkat harga yang mungkin sehingga menyebabkan kurva
Ado bergeser.
Tingkat
bunga, r
Ekspansi moneter
menggeser kurva LM
Tingkat
Harga, P
... Yang meningkatkan
permintaan agregat pada
tingkat harga berapapun
LMo ( P =P1 )
LM1 ( P = P1 )
r0
Po
r2
IS
Y0
Y1
Yo
ADo
Y1
Pendapatan,
Output, Y
AD1
Pendapatan,
Output, Y
Kebijakan Moneter Ekspansif
Akibat kenaikan penawaran uang terhadap kurva AD, maka
menyebabkan pergeseran pada kurva permintaan AD, sehingga
kurva permintaan agregat AD0 bergeser ke kanan dari AD0 ke AD1
 OPT ( Operasi Pasar Terbuka ) atau pasar
tebuka dengan melakukan aksi beli saham atau
surat berharga.
 Dengan menurunkan tingkat bunga ( r )
 Dengan menurunkan cadangan minimum ( rr )
KEBIJAKAN MONETER
KONTRAKTIF
MS ↓ → kurva AD bergeser ke kiri
Tingkat
Harga, P
... Yang menurunkan
permintaan agregat pada
tingkat harga berapapun
Po
AD2
Y2
Y0
ADo
Pendapatan,
Output, Y
Kebijakan Moneter Kontraktif
Akibat penurunan penawaran uang ( MS ) terhadap kurva AD, maka
menyebabkan pergeseran kurva pada permintaan agregat AD,
sehingga kurva permintaan agregat Ado bergeser ke kiri dari ADo ke
AD2
 OPT ( Operasi Pasar Terbuka ) dengan melakukan
aksi jual surat berharga
Dengan menaikkan tingkat bunga ( r )
 Dengan menaikkan cadangan minimum ( rr )
LRAS
Tingkat
Bunga, r
LM ( P1 )
LRAS
Tingkat
Harga, P
LM ( P2 )
K
P1
C
P2
K
SRAS 1
C
SRAS 2
IS
Y
( a ) Model IS - LM
Pendapatan,
Output, Y
Y
Pendapatan,
Output, Y
( b ) Model Permintaan Agregat
dan Penawaran Agregat
Dari kurva diatas dapat dilihat perbedaan penting antara
pendekatan Keyness dengan pendekatan klasik ( Pigou ) pada
penentuan pendapatan nasional.
Asumsi keynesan yang ( ditunjukkan oleh titik K ) adalah bahwa
tingkat harga tidak bergerak. Bergantung pada kebijakan moneter,
kebijakan fiskal, dan determinan permintaan agregat lainnya,
output bisa menyimpang dari tingkat alamiah.
Asumsi Klasik / Pigou ( yang ditunjukkan oleh titik C ) adalah
bahwa tingkat harga sepenuhnya fleksibel. Tingkat harga
disesuaikan untuk menjamin bahwa pendapatan nasional
selalu berada pada tingkat alamiah.
Tingkat
Harga, P
Po
P1
ADo
Y0
Y1
AD1
Pendapatan,
Output, Y
Ketika tingkat harga meningkat ( P ) maka GDP akan turun /
berkurang maka kebijakan yang sebaiknya dilakukan oleh pemerintah
yaitu dengan menggeser Ado ke AD1 yaitu dengn kebijakan ekspansif
agar besarnya tingkat GDP tetap stabil.

similar documents