PERBANDINGAN KEKUASAAN PARLEMEN

Report
PERBANDINGAN
KEKUASAAN PARLEMEN
MAGISTER ILMU HUKUM
FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS
NAROTAMA
2016
1
STRUKTUR PARLEMEN


Unikameral
Bikameral
Jimly Asshiddiqie, Konsolidasi Naskah UUD 1945 Setelah Perubahan
Keempat, (Jakarta: Pusat Studi Hukum Tata Negara FHUI, 2002), hal.33
UNIKAMERAL



Tidak dikenal adanya dua badan yang terpisah seperti
Majelis Tinggi dan Majelis Rendah.
Di Asia, sistem unikameral ini misalnya dianut oleh
Vietnam, Singapura, Laos, Lebanon, Syiria, Kuwait.
Legislatif terpusat pada satu badan legislatif tertinggi
dalam struktur negara
NEGARA UNIKAMERAL



Negara-negara yang berukuran kecil lebih menyukai
untuk memilih satu kamar dari pada dua kamar
negara-negara kesatuan sosialis, sistem bikameral
dipandang membawa kepada komplikasi-komplikasi,
penundaan-penundaan dan biaya-biaya, dengan
sedikit kompensasi yang menguntungkan
Parlemen-parlemen unikameral mendominasi sejumlah
negara-negara yang memperoleh kemerdekaannya
baru-baru ini
BIKAMERAL



Bikameralisme adalah komponen yang esensial pada
separation of power
Terdiri dari Majelis Tinggi (Upper House ) atau kamar
kedua (Second chamber ) dan Majelis Rendah (Lower
House ) atau kamar pertama (First chamber ).
Mejelis Tinggi dikenal dengan variasi nama, contoh di
Inggris : House Of Lords; di Switzerland : Council Of
State (Standerat); di Jerman : Bundesrat; di Malaysia :
Dewan Negara, dan sebagian besar seperti di
Australia, Amerika Serikat, Canada, Perancis, masingmasing dinamakan dengan Senate.
SURVEY INTERNATIONAL
PARLIAMENTARY UNION (IPU)



2/3 negara-negar di dunia menerapkan sistem
unikameral.
Parlemen di 122 negara adalah unikameral dan di 61
negara bikameral.
Sebagian besar negara di dunia yang bersifat
kesatuan menganut sistem unikameral, sedangkan
negara federal menganut sistem bikameral
Survey IDEA
(Institute for Democracy and Electoral
Assistance) Terhadap 54 Negara Demokrasi





32 negara memilih bikameral dan 22 negara memilih
unikameral
Semua negara federal memilih sistem bikameral
Negara-negara kesatuan terbagi seimbang. 22 negara
memilih sistem unikameral dan 20 negara memilih
sistem bikameral.
Semua negara demokrasi dengan jumlah penduduk
besar (kecuali Bangladesh) memiliki dua majelis.
Semua negara demokrasi yang memiliki wilayah luas
(kecuali Mozambique) memiliki dua majelis.
CARA PEMILIHAN MAJELIS TINGGI
MENURUT IDEA
NO
CARA PEMILIHAN
JUMLAH
%
CONTOH
1
Dipilih Langsung
20
32
USA, Jepang, Australia, Swiss,
Indonesia
2
Dipilih Tidak Langsung
12
19
Afrika Selatan, Pakistan, Perancis
3
Sebagian dipilih
langsung, sebagian
tidak langsung
3
5
Italia, Venezuela
4
Sebagian dipilih,
sebagian diangkat
10
16
Malaysia, India
5
Diangkat semua
17
27
Inggris, Kanada, Thailand
62
100
PEMILIHAN MEJELIS TINGGI




Canada, di mana para anggota Senat diangkat oleh
Gubernur Jenderal atas usul Perdana Menteri untuk
seumur hidup.
Federation Council Rusia terdiri dari dua anggota untuk
setiap negara bagian, masing-masing satu orang
diangkat oleh pemerintah negara bagian dan dewan
perwakilan negara bagian.
Dewan Negara Malaysia sebagian diangkat oleh dewan
perwakilan negara bagian, sebagian diangkat oleh
pemerintah (Yang Dipertuan Agung atas usul Perdana
Menteri).
Di Jerman anggota Bundesrat diangkat oleh pemerintah
negara bagian.
REKRUTMENT THE SECOND
CHAMBER
a. Tidak dengan pemilihan (non elective)
 dengan keturunan (hereditary)
 dengan pengangkatan (nominated)
b. Dengan pemilihan (elective)
 seluruhnya dipilih (fully elected)
 sebagian dipilih (partially elected)
C.F. Strong, 196.
MASA JABATAN MAJELIS TINGGI


Masa jabatan sama dengan Majelis Rendah, seperti
Indonesia.
Masa Jabatan lebih panjang dari Majelis Rendah,
sepeprti Senat di USA selama 6 tahun, 9 tahun di
Perancis, dan bahkan seumur hidup di Inggris.
PERALIHAN STRUKTUR PARLEMEN


Beberapa negara yang tadinya menganut sistem
bikameral telah beralih ke unikameral yaitu Selandia
Baru (1950), Denmark (1953), Swedia (1971).
Namun ada juga yang tadinya unikameral berubah ke
bikameral seperti Comorros (1992) dan tentunya
Indonesia sendiri
ALASAN BIKAMERALISME
(Patterson dan Mughan 1999)


REPRESENTATION
Keterwakilan Penduduk dan Teritorial, Namun ada
pula negara yang menerapkan azas keterwakilan
berdasarkan keturunan, dan kelompok sosial, seperti
agama, budaya dan bahasa, kelompok ekonomi, serta
kelompok minoritas
REDUNDANCY
Sistem yang menjamin bahwa keputusan-keputusan
politik yang penting, dibahas secara berlapis
(redundancy) sehingga berbagai kepentingan
dipertimbangkan secara masak dan mendalam
ALASAN PEMBENTUKAN SECOND
CHAMBER MENURUT C.F. STRONG
1.
2.
3.
4.
Keberadaan Kamar Kedua mencegah aspirasi hanya
dipertimbangkan oleh satu kamar);
Menghindari penyalahgunaan kekuasaan dan tirani;
menjadi pusat perlawanan terhadap kekuatan
dominan negara, apakah itu orang-orang secara
keseluruhan atau partai politik yang didukung oleh
mayoritas pemilih;
Khusus pada negara federal, untuk mengabadikan
kehendak rakyat dari masing-masing negara
C.F. Strong, Modern Political Constitution; An Introduction to the Comparative Study Of
Their History ang Existing Forms, (London: Sidwick & Jackson, 1963), p.195 –196
PILIHAN STRUKTUR PARLEMEN
a.
b.
c.
Semua negara federal memiliki dua majelis,
kecuali Venezuela (konstitusi 1999) dan
Timor Leste.
Negara-negara kesatuan terbagi seimbang,
sebagian Unikameral dan sebagian
bikameral
Sebagian besar negara dengan jumlah
penduduk yang besar memiliki dua majelis:
demikian pula sebagian besar negara yang
memiliki wilayah luas memiliki dua majelis,
kecuali Bangladesh dan Mozambique
DUA MACAM BICAMERALISM
(Nadrew S. Ellis, Lembaga Legislatif Bikameral,
2001)
a.
a.
Strong Bicameralism
Pembuatan undang-undang biasanya
dimulai dari majelis manapun, dan harus
dipertimbangkan oleh kedua majelis dalam
forum yang sama sebelum bisa disahkan.
Soft Bicameralism
Majelis yang satu memiliki status yang lebih
tinggi. misalnya, majelis pertama dapat
mengesampingkan RUU yang diajukan oleh
majelis kedua.
Lanjutan…



Sistem bikameral yang ada di dunia terbagi
merata antara yang kuat dan lunak.
Banyak sistem yang kuat ditemukan dalam
sistem presidensiil:
Tidak ada sistem presidensiil yang juga
memakai sistem bikameral lunak, Seperti di
Amerika Serikat, Amerika Selatan dan
Philipina.
SURVEY IDEA TERHADAP
BICAMERALISM



Dari 32 negara yang menganut sistem bikameral,
antara yang kuat dan yang lemah terbagi sama
masing-masing 16. (belum termasuk Indonesia).
Majelis tinggi yang langsung dipilih oleh rakyat
mempunyai legitimasi yang tertinggi; makin tidak
langsung, makin kurang legitimasinya .
Terdaat hubungan sistemik antara tingkat legitimasi
dengan kewenangan formal yang diberikan kepada
majelis tinggi. Makin tinggi legitimasinya, makin kuat
kewenangannya (Contoh: Amerika Serikat, Swiss,
Itali, ilipina) (Mastias dan Grange 1987).
KATEGORI SISTEM PARLEMEN
(Arend Lijphart, Patterns of Democracy :
Government Forms and Performance in Thirty Six
Countries, 1999)
a.
b.
c.
d.
Strong Bicameralism : Symmetrical and incongruent
Chambers (Australia, Jerman, Swiss, Amerika Serikat,
Kolumbia setelah 1991)
Medium-Stength Bicameralism : Symmetrical and
Congruent Chambers (Belgia, Italia, Jepang, Belanda,
Kolumbia, Kolumbia sebelum 1991, Denmark sebelum
1953, Swedia sebelum 1970)
Medium-Stength Bicameralism : Asymmetrical and
incongruent Chambers (Kanada, Perancis, India,
Spanyol, Venezuela)
Between Medium-Stength and Week Bicameralism
(Botswana, Inggris)
Lanjutan…
e.
f.
g.
Week Bicameralism : Asymmetrical and Congruent
Chambers (Austria, Bahama, Barbados, Ireland,
Jamaica, Trinidad, Swedia, New Zealand sebelum
1950)
One and Half Chambers (Norwegia, Iceland, Iceland
sebelum 1991)
Unicameralism : Costa Rica, Finlandia, Yunani, Israel,
Luxemburg, Malta, Mauritius, Papua Nugini, Portugal,
Denmark, New Zealand, Denmark setelah 1953,
Iceland setelah 1991, New Zealand setelah 1950,
Swedia setelah 1970.
NB : Symmetrical / Asymmetrical dilihat pada keseimbangan kekuasaan dan
Incongruent/ Congruent dilihat pada keseimbangan pengisian jabatan
Hasil Penelitian Arend Lijphart 1996





Dari 36 negara demokrasi terdapat 13 negara yang
menerapkan Unikameral.
Ke 13 negara berpenduduk kecil, negara berpenduduk
terbesar adalah Spanyol yaitu klebih dari 10juta.
Dari 36 negara terdapat 27 negara kesatuan terbagi
seimbang : 13 Unikameral dan 13 Bikameral, kecuali
Norwegia yang menerapkan one- and-half chamber.
4 negara berubah dari bikameral ke Unikameral, yaitu Ne
Zealand 1950, Denmark 1953, Swedia 1970, Iceland 1991.
Menurut CF. Strong bahwa terdapat juga negara yang
awalnya Unikameral berubah menjadi Bikameral, yaitu
Turki 1923 dan Maroko 1990.
PARLEMEN AMERIKA SERIKAT



Badan Legislatifnya dinamakan Congress dan terdiri
dari dua kamar, yaitu Senate dan House of
Representative.
Senate beranggotakan 100 orang yang berasal dari 50
negara bagian
Sejak 1913 pemilihan Senat dilakukan direct popular
vote, sebelum tahun 1913 senator dipilih oleh legislatif
negara bagian. Sepertiga bagiannya dipilih setiap dua
tahun sekali secara bergantian.
PARLEMEN AMERIKA SERIKAT





House of Representative (435) dan Senate (100).
Setiap negara bagian diwakili oleh 2 Senator yang
dipilih secara langsung.
Masa jabatan Senat 6 tahun, sepertiga bagiannya
dipilih setiap dua tahun sekali secara bergantian, dan
setiap senator mempunyai satu suara.
Wakil Presiden menjadi Ketua Senat, tetapi tidak
mempunyai hak suara dan apabila berhalangan hadir
dalam sidang, Senat memilih ketua sementara.
HoR dipilih secara langsung dari negara bagian untuk
masa jabatan 2 tahun.
KEKUASAAN SENAT & HoR
AMERIKA SERIKAT
KEKUASAAN
LEGISLASI
SENAT
HoR
Mengajukan RUU
Mengajukan RUU
Merubah RUU
Merubah RUU
Menolak /Menyetujui RUU
Menolak/ Menyetujui RUU
Membatalkan Veto Presiden (Joint
Session)
Membatalkan Veto
Presiden (Joint Sesion)
Memberikan Pertimbangan,
Megubah dan Mengesahkan atau
Menolak Perjanjian Internasional
PENGAWASAN Meminta keterangan, debat dan
menyelidiki
Mengadili Impeachment
NOMINASI
Memberikan pertimbangan dan
persetujuan terhadap nominasi duta
besar, Hakim Agung, dan Pejabat
Publik Lainnya.
Meminta keterangan,
debat dan menyelidiki
Mengadili Impeachment
PARLEMEN PERANCIS




Menganut sistem bicameral terdiri dari National
Assembly (577) dan Senate (321).
Senat dipilih untuk masa 9 tahun dan berakhir
bergantian setiap sepertiga anggota. Senat dipilih
secara tidak langsung dari setiap depertemen melalui
voting di electoral colleges.
Department meliputi Deputies Department, General
Councillors Department, dan delegasi dari Municipal
Council.
National Assembly dipilih secara langsung dengan
suara mayoritas absolut untuk masa jabatan 5 tahun
KEKUASAAN SENAT & NATIONAL
ASSEMBLY PERANCIS
KEKUASAAN
LEGISLASI
SENAT - 321
NATIONAL ASSEMBLY - 577
Mengajukan RUU
Mengajukan RUU, untuk Rancangan
Keuangan dari Pemerintah diajukan
pada National Assembly terlebih
dahulu
Merubah RUU
Merubah RUU
Menolak /Menyetujui
RUU
Menolak/ Menyetujui RUU
Jika ada perbedaan pendapat antara
kedua kamar dalam legislasi yang
bukan organik enactment, maka pada
akhirnya yang menentukan adalah
keputusan National Assembly
Perjanjian Internasional Perjanjian Internasional melalui proses
melalui proses legislasi legislasi biasa
biasa
KEKUASAAN
SENAT
PENGAWASAN Pembahasan pernyataan
Pemerintah, mengajukan
pertanyaan, penyelidikan
dan temporary information
assignment.
NOMINASI
NATIONAL ASSEMBLY
Pembahasan pernyataan
Pemerintah, mengajukan
pertanyaan, penyelidikan dan
temporary information
assignment.
Mensahkan Mosi Percaya
Memberikan Mosi Percaya atau
mengajukan Mosi tidak Percaya
terhadap kebijakan Pemerintah
yang berakibat jatuhnya kebinet
atau penggantian menteri.
Memilih 3 dari 9 anggota
Constitutional Council
Memilih 3 dari 9 anggota
Constitutional Council
Memilih anggota High
Court of Justice dari
anggota Senat
Memilih anggota High Court of
Justice dari anggota National
Assembly
PARLEMEN BELANDA
(Staaten Generaal)





Menganut sistem bicameral terdiri dari Tweende
Kamer/second chamber (150) dan Eerste Kamer/first
chamber (75).
Amandemen 1995 : Parlemen mewakili seluruh rakyat,
bukan mewakili provinsi.
Anggota Eerste Kamer dipilih oleh Provincial Councils,
tiga bulan setelah pemilihan Provincial Councils
Anggota Tweende Kamer dipilih secara langsung.
Masa Jabatan Tweende Kamer dan Eerste Kamer
sama-sama 4 tahun.
KEKUASAAN EERSTE KAMER &
TWEEDE KAMER DI BELANDA
KEKUASAAN
LEGISLASI
EERSTE KAMER - 75
TWEEDE KAMER - 150
Mengajukan RUU sebagai bagian
dari Joint Session
Mengajukan RUU, baik
sendiri maupun Joint
Session dan menerima
terlebih dahulu RUU
Pemerintah
Merubah RUU sebagai bagian dari
Joint Session
Merubah RUU, baik
sendiri maupun Joint
Session
Menolak /Menyetujui RUU tanpa
hak merubah
Menolak/ Menyetujui RUU
Persetujuan terhadap
Perjanjian internasional
PENGAWASAN Megajukan pertanyaan, tetapi
jawaban hanya tertulis,
penyelidikan.
Megajukan pertanyaan
dan dijawab baik secara
lisan dan tulisan,
penyelidikan.
KEKUASAAN
EERSTE KAMER
TWEEDE KAMER
PENGAWASAN Menyetujui kebijakan
umum Pemerintah
Memberikan Mosi Percaya atau
mengajukan Mosi Tidak Percaya
yang berakibat pada jatuhnya
Kebinet atau pengunduran diri
Menteri atau Sekretaris Negara.
NOMINASI
Mengajukan rekomendasi namanama calon hakim MA dan
General Chamber of Audit
Memilih Angggota Ombudsman
Nasional
Memberikan pertimbangan
pengangkatan dan pemberhentian
Menteri atau Sekretaris Negara
PARLEMEN INGGRIS






Terdiri dari House of Lords dan House of Commons.
Anggota House of Lords berdasarkan keturunan dan
penunjukan Ratu atas masukan dari Perdana Menteri.
Anggota House of Lords lebih besar dari House of
Commons.
House of Lords terdiri dari Hereditary Peers
(keturunan), Life Peers (diangkat), dan Lords of Appeal
in Ordinary (12 orang berdasarkan masukan PM).
Sejak tahun 2000, rekomendari anggota House of
Lords melalui Appointments Commission.
House of Commons dipilih langsung dalam pemilihan
single-member constituencies untuk masa 5 tahun.
KEKUASAAN HOUSE OF LORDS &
HOUSE OF COMMONS DI INGGRIS
KEKUASAAN
LEGISLASI
PENGAWASAN
HOUSE OG LORDS
HOUSE OF COMMONS
Mengajukan RUU dan
menerima RUU terlebih dahulu
kecuali masalah keuangan
Mengajukan RUU dan menerima
terlebih dahulu dan RUU tentang
keuangan harus ke House of
Commons dulu.
Mengajukan Usulan Perubahan
kepada House of Commons
Merubah RUU dan memutuskan
usulan perubahan dari House of Lords
Menunda RUU
Perjanjian Internasional sama
prosesnya dengan RUU Biasa
Menolak/menyetuji RUU
Perjanjian Internasional sama
prosesnya dengan RUU Biasa
Debat terhadap masalah yang
mengemuka, mengajukan
pertanyaan, dan melakukan
penyelidikan
Debat terhadap masalah yang
mengemuka, mengajukan pertanyaan,
dan melakukan penyelidikan
Memberikan mosi Percaya atau
mengajukan Mosi tidak Percaya yang
berakibat pada jatuhnya Kabinet atau
pengunduran diri Menteri atau
Sekretaris Negara.
PARLEMEN AUSTRIA
(Bundesvammlung)




Budesvammlung dalam joint session terdiri dari
Bundesrat (64) dan Nationalrat (183).
anggota Bundesrat dipilih oleh parlemen negara bagian
untuk masa jabatan sesuai dengan masa jabatan
parlemen negara bagian.
Jumlah anggota Bundesrat tergantung jumlah warga
negara di negara bagian, yang dipilih atas prinsip
perwakilan proporsional dari parpol.
Anggota Nationalrat dipilih secara langsung untuk
masa jabatan 4 tahun.
KEKUASAAN BUNDESRAT &
NATIONALRAT DI AUSTRIA
KEKUASAAN
BUSDESRAT - 64
LEGISLASI
NATIONALRAT - 138
Mengajukan RUU dan menerima
RUU yang diajukan Pemerintah,
RUU Keuangan hanya dibahas di
Nationalrat
Menerrma RUU yang
telah dibahas Nationalrat
dan jika ada keberatan
diajukan ke Nationalrat,
kecuai RUU Keuangan
Merubah RUU dan memutus
menerima atau mengesampingkan
keberatan Bundesrat.
Menolak/Menyetujui RUU
Memutuskan berlakunya perjanjian
Internasional
Persetujuan resolusi
perang dalam joint
session
Persetujuan resolusi perang dalam
joint session
KEKUASAAN
BUSDESRAT
PENGAWASAN
NATIONALRAT
Ikut menentukan kebijakan
masalah transportasi, Pos,
telegram, tarif telpon, harga
komoditi monopoli, dan gaji
pegawai federal.
Debat, pertanyaan, dan
penyelidikan
Debat, pertanyaan, dan
penyelidikan
Mengajukan usulan Mosi
tidak percaya pada
Nationalrat
Memberikan Mosi Percaya atau
Misi tidak Percaya yang berakibat
pada jatuhnya kabinet atau
pengunduran menteri
Memutuskan referendum
pemberhentian Presiden
(Joint Session)
Mengusulkan pemberhentin
Presiden. Dalam Joint Session
memutuskan referendum
pemberhentian presiden.

similar documents