0. asal usul dan jenis

Report
TIDAK
PENTING
PENTING
MENDESAK
2
1
•
•
•
•
Besok Ujian
Terlambat masuk kerja
Teman Terluka
Proyek yang harus
diselesaikan hari ini
• Mobil mogok
3
•
•
•
•
TIDAK MENDESAK
Telepon yang tidak penting
Interupsi
Masalah kecil orang lain
Tekanan sesama
• Merencanakan, menetapkan
sasaran
• PR yang harus diselesaikan
minggu ini
• Olah Raga
• Membina hubungan
• Relaksasi
4
• Terlalu banyak nonton TV
• Ngobrol tiada habisnya di
telepon
• Terlalu banyak main game
komputer
• Buang-buang waktu
2
LEMBAGA PASAR MODAL:
BANK, KOPERASI, …
Ketua Tim Teaching: DR. IR. HARSUKO RINIWATI, MP
Anggota: ZAINALABIDIN, S.Pi, MP, M.BA




Perdagangan : barter, sistem moneter (uang
logam dan kertas)
Awal sistem moneter : uang dari kepingan logam
mulia atau emas dan perak (nilai uang
tergantung berat nya)  cikal bakal lembaga
keuangan
Sistem moneter yg menggunakan uang sbg alat
pembayaran membutuhkan bank sbg tempat utk
mencetak, mengatur dan mengawasi peredaran
keuangan suatu negara
Bank merupakan darah dan tulang punggung
negara dlm rangka memperlancar sistem
moneter yg digunakan di seluruh negara.



Pelopor perbankan : kerajaan daratan Eropa,
berkembang lg ke Asia Barat, benua Asia, Afrika
dan Amerika yg dibawa oleh bangsa Eropa pada
saat menjajah
Kegiatan perbankan yg pertama adl jasa
penukaran uang (money changer) oleh pedagang
kerajaan yg satu dg yg lainnya.
Kegiatan berkembang menjd tempat penitipan
(simpanan), peminjaman uang, pengiriman uang,
penagihan surat berharga, jasa letter of credit,
jasa bank garansi, jasa kartu kredit (bisa
menggantikan sebagian dari fungsi uang sbg alat
pembayaran)










BANK RAKYAT INDONESIA (BRI)  22 FEBRUARI 1946
BANK NASIONAL INDONESIA (BNI)  5 JULI 1946
BANK SURAKARTA MAI (MASKAPAI ADIL MAKMUR) TH 1945
DI SOLO
BANK INDONESIA DI PALEMBANG TAHUN 1946
BANK DAGANG NASIONAL INDONESIA TH 1946 DI
INDONESIAAN BANKING CORPORATION TH 1947 DI
YOGJAKARTA, KEMUDIAN MENJD BANK AMERTA
NV BANK SULAWESI DI MENADO TH 1946
BANK DAGANG INDONESIA DI BANJARMASIN
KALIMANTAN CORPORATION TRADING DI SAMARINDA TH
1950 KEMUDIAN MERGER DG BANK PASIFIK
BANK TIMUR NV DI SEMARANG BERGANTI NAMA MENJADI
BANK GEMARI, KEMUDIAN MERGER DENGAN BANK
CENTRAL ASIA (BCA) TH 1949

BANK SENTRAL, BRI, BNI, BANK DAGANG
NEGARA (BDN), BANK BUMI DAYA (BBD), BANK
PEMBANGUNAN INDONESIA (BAPINDO), BANK
PEMBANGUNAN DAERAH (BPD), BANK
TABUNGAN NEGARA (BTN), BANK MANDIRI
(MERGER DARI BBD, BDN, BAPINDO, BANK
EKSIM TAHUN 1999)


DILIHAT DARI FUNGSINYA (UU POKOK PERBANKAN NO 14
TH 1967)
1. BANK UMUM
2. BANK PEMBANGUNAN
3. BANK TABUNGAN
4. BANK PASAR
5. BANK DESA
6. LUMBUNG DESA
7. BANK PEGAWAI
8. BANK LAINNYA
DILIHAT DARI UU POKOK PERBANKAN NO 7 TH 1992
DAN DITEGASKAN DG UU RI NO 10 TH 1998, MK JENIS
PERBANKAN DIBAGI :
1. BANK UMUM
2. BANK PERKREDITAN RAKYAT (BPR)





BANK PEMERINTAH (BRI, BNI, BTN, MANDIRI)
BANK MILIK SWASTA NASIONAL (BANK BUMI PUTRA,
BCA, DANAMON, BANK INTERNASIONAL INDONESIA,
LIPPO, MEGA, MUAMALAT,NIAGA, UNIVERSAL, NISP
BANK MILIK KOPERASI (BUKOPIN)
BANK MILIK ASING (ABN AMRO BANK, AMERICAN
EXPRESS BANK, BANK OF AMERICA, BANK OF TOKYO,
BANGKOK BANK, CITY BANK, CHASE MANHATTAN
BANK, DEUTSCHE BANK, EUROPEAN ASIAN BANK,
HONGKONG BANK, STANDARD CHARTERED BANK)
BANK MILIK CAMPURAN (BANK FINCONESIA,
MERINCORP, PDFCI, SAKURA SWADARMA, ING BANK,
INTER PACIFIK BANK, MITSUBISHI BUANA BANK,
PARIBAS BBD INDONESIA, SUMITOMO NIAGA BANK,
SANWA INDONESIA BANK)

Dilihat dari segi status : bank devisa dan non
devisa
1. Bank Devisa merupakan bank yg dapat
melaksanakan transaksi keluar negeri atau
yang berhubungan dengan mata uang
asing secara keseluruhan, misalnya
transfer ke luar negeri, inkaso keluar
negeri, travellers cheque, pembukaan dan
pembayaran letter of credit dan transaksi
lainnya. Persyaratan untuk menjadi
bankdevisa ini ditentukan oleh Bank
Indonesia

Dilihat dari segi status : bank devisa dan non
devisa
2. Bank non devisa merupakan bank yang
belum mempunyai izin untuk
melaksanakan transaksi sbg bank
devisa, sehingga tidak dapat
melaksanakan transaksi seperti halnya
bank devisa, dimana transaksi yg
dilakukan masih dalam batas-batas
negara.

Dilihat dari segi cara menentukan harga
1.
2.
Bank yang berdasarkan prinsip konvensional (Barat)
Bank yang berdasarkan prinsip syariah (Islam)
a. Pembiayaan prinsip bagi hasil (mudharabah)
b. Pembiayaan berdasarkan prinsip penyertaan modal
(musyarakah)
c. Prinsip jual beli barang dengan memperoleh
keuntungan
d. Pembiayaan barang modal berdasarkan sewa murni
tanpa pilihan (ijarab) atau
e. Pilihan pemindahan kepemilikan atas barang yg disewa
dari pihak bank oleh pihak lain (ijarah wa iqtina)




Kantor
Kantor
Kantor
Kantor
pusat
cabang penuh
cabang pembantu
kas

similar documents