Sri Juari Santosa-1 - Elista

Report
1) Department of Chemistry, Faculty of Mathematics and Natural
Sciences, Universitas Gadjah Mada
2) Editor and Advisory Board “CLEAN-Soil, Air, Water”
(International Journal of Sustainability and Environmental Safety
published by Wiley-VCH, Weinheim, Germany)
3) Advisory Board “Chemistry-An Asian Journal” published by
Wiley-VH, Weinheim, Germany)
 Low productivity in scientific dissemination
 22,194 Indonesians were required for 1
international scientific publication (from
1996 to 2009, http://www.scimagojr.com)
 Small profit in economics
 GDP (Gross Domestic Product) per
capita 4300 US$ in 2010 (nu. 127 in the
world, http://www.nationmaster.com)
Table
The ratio of scientific publication relative to population for
Indonesia compared to the top ten country in publication
(from 1996 to 2009)
Country
USA
China
UK
Japan
Germany
France
Canada
Italy
Spain
Australia
Indonesia
Note: Brazil
Number of
Publication
4,773,842
1,518,011
1,381,743
1,341,281
1,258,273
919,110
708,020
684,111
514,239
456,789
10,826
280232
Population/Publication
64
882
44
95
65
70
47
85
79
47
22,194
709
Fig.
Correlationship between the number of publication and the
ratio of the number of publication to GDP per capita for
Indonesia compared to the top ten country in publication
Need to Sharing, Communicate, and Exchange of Ideas



Research is meaningless if the results are not shared
with and communicated to the scientific community
Scientific journal is one of the media through which
scientists exchange scientific and professional
knowledge
Information published in the journals forms an
archival record showing the scientific advancement
of the society in general



The content and the organization of a scientific paper
reflect the logical thinking in scientific investigation,
and the preparation of a scientific paper for journal is
an integral part of the individual research effort
Before preparing a scientific paper, an author should
evaluate his/her research outcomes and judge that
they give an important contribution to the field
The writing process initially requires a thorough
review and evaluation of previous related work in the
literature, which helps the author in acquainting
whether his/her idea is truly new and significant
1. Harus menggunakan ragam bahasa formal
2. Bahasa harus tepat dan bermakna tunggal
3. Menggunakan tatabahasa yang benar
4. Setiap istilah, sifat, dan pengertian baru yang
digunakan harus terdefinisikan secara tepat
agar tidak menimbulkan kerancuan atau
keraguan
5. Kalimat harus efektif
6. Paragraf harus berisi topik tunggal dan minimal
terdiri atas 3 kalimat
1. Ragam Bahasa Formal







Bikin, membikin  membuat
Bakal  akan
Bareng  bersama
Bisa  dapat, mampu, akan
Cuma  hanya
Dibilang  dikatakan  Dikasih  diberi
Tapi  tetapi
 Gampang  mudah
 Ketimbang  dibandingkan,
daripada
 Nggak  tidak
 Rampung, usai  selesai
 Sama  oleh
2. Bermakna Tunggal
Sampai saat ini masih belum dapat ditemukan
metoda imobilisasi pupuk yang efektif dan ramah
lingkungan
bandingkan dengan
Sampai saat ini masih belum dapat ditemukan
metoda imobilisasi yang efektif dan ramah
lingkungan untuk pupuk
Perlu diupayakan penggunaan Mg-Al hidrotalsit
sebagai adsorben dalam pungut-ulang emas dari
limbah PCB dan pemanfaatannya untuk sintesis
nano emas
bandingkan dengan
Perlu diupayakan penggunaan Mg-Al hidrotalsit
sebagai adsorben dalam pungut-ulang emas dari
limbah PCB dan pemanfaatan emas hasil pungutulang untuk sintesis nano emas
3. Tatabahasa yang Benar
a. Adanya subyek dan predikat serta
keterkaitan antara keduanya harus jelas
Secara praktis dapat dilakukan dengan alat
personal kit yang secara rutin biasa digunakan
oleh pasien diabetes.
bandingkan dengan
Penentuan glukosa secara praktis dapat dilakukan
dengan alat personal kit yang secara rutin biasa
digunakan oleh pasien diabetes.
Satu mmol Cr(III) klorida heksahidrat dan 3 mmol
asam glutamat dalam 25 mL akuades pH 4 dan
direfluks selama 3 jam.
bandingkan dengan
Satu mmol Cr(III) klorida heksahidrat dan 3 mmol
asam glutamat dalam 25 ml akuades pH 4 direfluks
selama 3 jam.
b. Kata depan
(i) Peralatan dirangkai dengan menempatkan
pompa di depan (bukan didepan) tabung
gas
(ii) Untuk mendapatkan gambaran bagian
dalam yang jelas, detektor harus diletakkan
di antara (bukan diantara) pintu masuk dan
pintu ke luar (bukan keluar)
(iii) Layang-layang tersangkut di sela-sela
(bukan disela-sela) daun pepohonan
c. Awalan
(i) Dalam penelitian ini Erlenmeyer digunakan
(bukan di gunakan) sebagai wadah
penyimpanan larutan
(ii) Proses berlangsung mengikuti urutan yang
telah ditetapkan (bukan di tetapkan)
(iii) Suksinat anhidrat mudah dicangkokkan
(bukan di cangkokkan) pada gugus amina
kitosan menghasilkan gugus karboksilat
b. Kata Sambung
Pencemaran lingkungan oleh logam berat semakin
menjadi masalah serius akhir-akhir ini. Sehingga
pemerintah harus segera mengambil tindakan
tegas ….
bandingkan dengan
Pencemaran lingkungan oleh logam berat semakin
menjadi masalah serius akhir-akhir ini, sehingga
pemerintah harus segera mengambil tindakan
tegas ….
Pembuatan komposit dilakukan dengan melarutkan
4 g PVA dalam 100 mL akuades pada suhu 70 oC
sambil diaduk. Kemudian sebanyak 4 g kitosan
dilarutkan dalam 100 mL asam asetat (3%, v/v).
Kedua larutan tersebut dicampur pada suhu 70 oC
dan diaduk selama 30 menit.
bandingkan dengan
Pembuatan komposit dilakukan dengan melarutkan
4 g PVA dalam 100 mL akuades pada suhu 70 oC
sambil diaduk, melarutkan 4 g kitosan dalam 100 mL
asam asetat (3%, v/v), dan kedua larutan kemudian
dicampur pada suhu 70 oC dan diaduk selama 30
menit.
4. Definisi yang Tepat atas Istilah Baru
Yang dimaksud dengan panas reaksi dalam makalah
ini adalah reaksi yang menghasilkan panas
bandingkan dengan
Yang dimaksud dengan panas reaksi dalam makalah
ini adalah panas yang dibebaskan dari suatu reaksi
kimia
Biofouling or marine fouling is bioaccumulation of marine
organism on the surface of submerged or semisubmerged natural or artificial objects and unwanted
phenomenon in marine transportation.
bandingkan dengan
Biofouling or marine fouling is bioaccumulation of marine
organism on the surface of submerged or semisubmerged natural or artificial objects.
5. Kalimat harus Efektif
Untuk memenuhi kebutuhan pokok atas makanan
perlu dilakukan langkah-langkah peningkatan
produksi beras dengan jalan meningkatkan usaha
perluasan lahan pertanian
bandingkan dengan
Untuk memenuhi kebutuhan makanan pokok, perlu
dilakukan peningkatan produksi beras melalui usaha
perluasan lahan pertanian
Limbah zat warna di lingkungan sebagian besar
merupakan zat warna anionik yang dalam larutan
pada umumnya berada dalam bentuk anion,
termasuk pada kondisi asam
bandingkan dengan
Limbah zat warna anionik di lingkungan sebagian
besar ada dalam bentuk anion meskipun dalam
suasana asam
Dalam proses reaksinya, sebagaimana umumnya
sebuah reaksi kimia, ada sejumlah faktor lain yang
mempengaruhi, yaitu keasaman medium, suhu dan
waktu reaksi.
bandingkan dengan
Sebagaimana umumnya sebuah reaksi kimia, reaksi
Cr(III) dengan asam glutamat juga dipengaruhi oleh
keasaman medium, suhu dan waktu reaksi
6. Paragraf
 Minimal berisi 3 kalimat, yaitu kalimat (i)
pembuka, (ii) isi, dan (iii) penutup
Contoh:
(i) Pencemaran air oleh logam berat merupakan
masalah yang semakin serius akhir-akhir ini. (ii)
Timbal adalah salah satu logam berat yang sering
mencemari air karena banyak diterkandung di
limbah cair indusri elektroplating, cat, dan
pengecoran logam. (iii) Di dalam tubuh, timbal
akan terakumulasi dalam jaringan otak, kulit, dan
tulang, sehingga sangat penting untuk mengolah
air yang mengandung timbal.
 Berisi Satu Pokok Pikiran (Topik Tunggal)
Berbagai metoda untuk mengurangi kadar krom
dalam air telah banyak dikenal seperti presipitasi,
oksidasi/reduksi, filtrasi, penukar ion, pemisahan
membran dan adsorpsi. Di antara metoda tersebut,
adsorpsi dipandang paling menguntungkan dari
segi efisiensi yang tinggi, biaya yang murah dan
pelaksanaannya yang mudah. Salah satu jenis
adsorben yang ramai dikembangkan saat ini
adalah polimer komposit. Polimer komposit
merupakan material yang tersusun atas matriks
polimer organik dan material anorganik pengisi. Di
antara material anorganik pengisi yang ada,
hidrotalsit memberikan harapan baru berkat
kemampuannya yang besar dalam menyerap
senyawa anionik. …….
Paragraf
1
Paragraf
2
I. Title
II. Authors’ Names and Affiliations
III. Abstract or Synopsis
IV. Keywords
V. Body of Main Text
 Introduction
 Experimental or procedure (this may involve laboratory
investigations and/or field investigations)
 Analytical investigation (this may involve development of
models and or verification of existing procedures)
 Results
 Discussion
 Summary or Conclusions
VI. Acknowledgments
VII. List of Notations, Definitions, and Symbols
VIII. References
I. Title (Cargill and O’Connor, 2009)
Clearly indicates the content of the paper. It can be
achieved in various ways such as:
a. Provide as much relevant information as possible,
but concise
b. Decide keywords which will capture the attention of
readers and place them near the front of the title.
Please examine
(x) Pemanfaatan Hibrida Kitin-Asam Humat untuk
Menyerap Cr(III) dalam Limbah Cair Industri
Penyamakan Kulit
(O) Hibrida Kitin-Asam Humat sebagai Adsorben
Cr(III) dalam Limbah Cair Industri Penyamakan
Kulit
c. Contain no ambiguous meaning
Example:
(x) Adsorpsi AuCl4- dari larutan berair menggunakan
Mg-Al-NO3 Hidrotalsit
bandingkan dengan
(O) Adsorpsi AuCl4- dalam larutan (atau pelarut air)
menggunakan Mg-Al-NO3 Hidrotalsit
d. In general, do not include the location since it will
only limit the applicability of the method
Example:
Hibrida Kitin-Asam Humat sebagai Adsorben
Cr(III) dalam Limbah Cair Industri Penyamakan
Kulit PT Maju Mundur
II. Author
Authorship should be restricted to those who
designed the study, supervised the process of
data collecting and analyzing, responsible for the
content of the manuscripts.
Students or research assistants who work, credits
should be rewarded.
Students could be the first author.
Examples:
1. Sri Juari Santosa, Dwi Siswanta, and Jumadi (Source: J. Ion
Exchange, 21(3), 206-211, 2010)
2. Uripto Trisno Santoso, Sri Juari Santosa, Bambang
Rusdiarso, and Dwi Siswanta (Source: Res. J. Chem.
Environ., 15(2), 683-689, 2011)
III. Abstract
 Shows overall in brief
 Is briefly present:
 background information,
 the principal activity or purpose
 methods or experimental design,
 a summary of observation and results
 important conclusion(s) and/or recommendation
1. Background information and the principal
activity or purpose
Komposit polimer superabsorben (SAPC)
merupakan polimer hidrofilik yang terhubung secara
sambung silang yang mampu menyerap serta
menahan air dan larutan dalam jumlah besar tanpa
mengalami pelarutan oleh molekul-molekul air telah
disintesis dalam penelitian ini. Karena
karakteristiknya yang unggul, maka SAPC dalam
penelitian ini diaplikasikan sebagai material
penyerap air dan urea pada bidang pertanian.
2. Methods or experimental design
SAPC disintesis melalui proses polimerisasi dari
bahan dasar asam akrilat, karboksimetil selulosa
(CMC) dan residu pemurnian bentonit alam. Berat
CMC dan residu pemurnian bentonit alam dibuat
bervariasi dengan berat total tetap: 2:0; 1,5:0,5; 1:1;
dan 0,5:1,5. N,N’-metilena bisakrilamida (MBA)
digunakan sebagai agen penyambung-silang,
ammonium persulfat (APS) sebagai inisiator, dan
natrium hidroksida (NaOH) sebagai penetral gugus
akrilat sehingga terbentuk SAPC karboksimetil
selulosa-g-poli(asam akrilat)/monmorilonit.
3. A summary of observation and results, and
important conclusion(s)
SAPC yang memiliki kemampuan menyerap air paling
tinggi didapat pada berat CMC:residu pemurnian bentonit
alam = 1:1 (SAPC C:B=1:1). SAPC C:B=1:1 mampu
menyerap 785,00 g air murni per g SAPC dan memiliki
waktu retensi air selama 40 hari. Keberadaan molekul urea
dalam medium pengembangan SAPC C:B=1:1 hampir tidak
mempengaruhi kapasitas pengembangan airnya. Molekul
urea akan masuk ke dalam jaringan polimer SAPC
bersamaan dengan masuknya molekul air. Semakin tinggi
konsentrasi urea dalam medium pengembangan
menyebabkan semakin banyak molekul urea yang masuk
ke dalam jaringan polimer. Molekul urea yang telah masuk
ke dalam jaringan polimer dapat dilepas kembali dalam
waktu 30 menit. Kapasitas penyerapan air dan jumlah
molekul urea yang diserap pada SAPC menurun dengan
bertambahnya konsentrasi larutan CaCO3 sebagai model
air sadah.
IV. Keywords
Important words or phrases for the purpose of
indexing and compiling subject index
Example:
1. Kitin, hibrida kitin-asam humat, Ni(II), sorpsi,
desorpsi (Source: Santosa et al., Surf. Sci.,
2007b)
2. Adsorpsi, Cr(III), kitin-asam humat, sistem
kontinyu, limbah cair penyamakan kulit
(Source: Santosa et al., Advances in
Environmental Research, 2012)
3. Asam humat; Cd(II); Cd(II) terkompleks asam
humat; kinetika; sorpsi (Source: Santosa,
Clean, 2013)
V. Body of Main Text
V.1 Introduction
It is particularly important to answer the following
question:
 Is the contribution new?
 Is the contribution significant?
 Is it suitable for publication?
Five stages to a compelling introduction (Cargill and
O’Connor, 2009)
Fig. Five stages of an introduction to a science research article
(after Weisberg & Buker, 1990)
Contoh:
Stage
1
Kitosan merupakan salah satu biopolimer yang sangat
prospektif digunakan sebagai adsorben ion logam karena
mempunyai gugus hidroksil dan gugus amina yang mampu
berikatan dengan ion logam [1,2]. Namun demikian kitosan
mudah larut dalam kondisi asam, sehingga membatasi
penggunaanya sebagai adsorben [1]. Salah satu cara
membuat kitosan tahan terhadap asam adalah dengan
melakukan penautan-silang [3,4].
Stage
2
Glutaraldehid (GLA) [3], epiklorhidrin (ECH) [4], dan
etilen glikol diglisidil eter (EGDE) [5] adalah preaksi yang
sering digunakan untuk menaut silang kitosan. Penautan
silang yang melibatkan gugus amina biasanya menurunkan
kemampuan adsorpsi lebih besar daripada penautan silang
pada gugus hidroksil, karena berkurangnya gugus aktif
amina akibat penautan-silang [6].
Stage
3
Stage
4&5
EGDE merupakan senyawa yang kedua ujungnya
berupa gugus epoksida. Gugus epoksida ini pada pH basa
selain dapat terikat pada gugus amina juga mampu
bereaksi dengan gugus hidroksil dari kitosan [7,8]. Li [9]
melakukan penautan silang kitosan pada gugus hidroksil
dengan proteksi gugus amina dengan formaldehid, terbukti
kemampuan adsorpsinya terhadap Cu(II) lebih besar
dibandingkan penautan silang secara langsung. Oshita [10]
melakukan hal yang sama, tetapi menggunakan
benzaldehid sebagai gugus pelindung.
Pada penelitian ini dilakukan penautan silang kitosan
dengan penaut silang EGDE, GLA, dan ECH setelah
gugus amina kitosan dilindungi terlebih dahulu dengan
suksinan anhidrat. Ketiga jenis kitosan suksinat tertaut
silang dipelajari kemampuan adsorpinya terhadap ion
Pb(II) untuk mengetahui pengaruh jenis senyawa
penyambung silang dan keselarasannya dengan dengan
gugus pelindung suksinat anhidrat terhadap kemampuan
adsorpsi.
V.2 Experimental
1. State all materials and methods used
2. Describe important procedure(s)
3. Report methods in chronological order in a
narrative form
4. It is usually more effective to present them under
subheadings devoted to specific. In most case,
use identical or similar to subheadings in
Experiment and Results
Use Active or Passive Verbs in Experimental Section
1. It is recommended to use active voice verbs instead of
passive voice verbs.
 Active verbs make the writing more direct and less
wordy
Example:
 The toxin polluted the food
 The food was polluted by the toxin
“We” is frequently used as personal pronoun subject
Example:
 We collected the sample for as long as three
years
2. Passive voice may be the option in case:
 the information of “who or what carried out the
action” is unimportant
Example:
 The researchers collected data from all
sites daily
 Data were collected daily from all sites
 It sounds repetitive or immodest to use personal
pronoun subject
Example:
 We employed Langmuir isotherm model to
determine sorption capacity
 Langmuir isotherm model was employed to
determine sorption capacity
Notes in Using Active Voice in Experimental Section
It is very uncommon to use “I” as personal pronoun
subject in single-authored paper
Example:
 I employed Langmuir isotherm model to determine
sorption capacity
Notes in Using Passive Voice in Experimental Section
To make our writing easier to be understood, take
particular care not to write sentences with very long
subject and a short passive verb right at the end
Example:
 Brown coal and peat soil collected from Rawa
Pening, as well as crab shell waste collected at
traditional market in Semarang, were used
 Three samples were used, i.e. brown coal and
peat soil collected from Rawa Pening, and crab
shell waste collected at traditional market in
Semarang
Example of Experimental Section
2. Experimental (Source: Santosa and Kunarti, Water Quality:
Physical, Chemical and Biological Characteristics, 2010)
2.1. Materials
Mg/Al LDH was prepared by adding drop-wise of
decarbonated NaOH 0.5M into a decarbonated solution containing ...
2.2. Procedures
2.2.1. Stability of Mg/Al LDH
One hundred milligrams of Mg/Al LDH was added to a series
of 50 mL of decarbonated destilled water and the acidity …
2.2.2. Effect of medium acidity on the sorption
A series of 50 mL of HA 150 mg/L was prepared and their
acidity was adjusted to pH 1, 3, 5, 7, 9, and 13 by using …
2.2.3. Effect of interaction time on the sorption
Experiment s were carried out using a batch-type reactor of a
50 mL Erlenmeyer in a water bath at ….
V.3 Results and Discussion
 Do not present the raw data unless they are needed to
give evidence for specific conclusions which can not be
obtained by looking at an analysis
 Present the data in a converted form such as in the
form of figures (graphs), tables, and/or description of
observation
 Describe the relationship of each section of converted
data to the overall study
 Interpret the data in the discussion
 Decide whether each hypothesis is supported, rejected,
or cannot be decided with confidence
 Distinguish data generated by our own studies from
published information
 Use past tense to work done by specific individuals
(including ourselves)
 Use present tense to general accepted facts and
principles
Examples:
1. Figure
Figure 1. Effect of medium acidity on the stability of Mg/Al LDH and
that on the sorption of humic acid (HA) and fulvic acid (FA) on
Mg/Al LDH (Source: Santosa and Kunarti, Water Quality: Physical,
Chemical and Biological Characteristics, 2010)
2. Table
Table 2 Capacity (b), affinity (K), and energy (E) for the sorption of
humic acid (HA) and fulvic acid (FA) on Mg/Al LDH
Sorbed species
Sorption parameters
b (10-4 mol/g) K (mol/L)-1
E* (kJ/mol)
R2
HA
1.17
91972
28.32
0.9918
FA
8.46
9701
22.74
0.9473
*E = RT ln K
(Source: Santosa and Kunarti, Water Quality: Physical, Chemical
and Biological Characteristics, 2010)
3. Work done by Specific Individuals (Including
Ourselves)
The sorption profile of HA and FA on Mg/Al LDH as a
function of their concentrations at equilibrium is given
in Figure 4. The sorption was non-linear, abruptly
increased at low level of equilibrium concentration of
HA from 0 to 0.04 mmol/L and then followed by small
increased and continued to relatively constant at
higher equilibrium concentration of HA.
4. General Accepted Facts and Principles
At high medium acidity (low pH), the hydroxide groups
in the Mg/Al LDH are protonated, their bonds to Mg
and Al are broken and therefore the dissolution of
metal cations occurs.
(Source: Santosa and Kunarti, Water Quality: Physical, Chemical
and Biological Characteristics, 2010)
V.4 Summary or Conclusions
 State the important finding and results
 Describe the advantage and disadvantage of the
approach used
 Enlist the remaining unanswered question(s)
 Explain the presence of any new approach to further
address the main question
 Do not repeat the abstract
 Use past tense in common
Contoh:
Modifikasi kitosan dengan taut-silang dan
pencangkokan menjadi Kit-EGDE-Suk, Kit-DEGDE-Suk
dan Kit-BADGE-Suk menghasilkan material yang stabil
pada rentang keasaman dari pH 1 hingga 12 dan
mempunyai kemampuan adsorpsi yang sangat baik
terhadap Pb(II). Adsorpsi Pb(II) mencapai maksimum
pada pH 5, dan waktu kontak 120 menit, dan mengikuti
model kinetika pseudo orde dua. Kapasitas adsorpsi ion
Pb(II) oleh Kit-EGDE-Suk, Kit-DEGDE-Suk dan KitBADGE-Suk berturut-turut adalah 0,333, 0,388 dan
0,898 mmol g-1. Jenis senyawa penaut-silang sangat
mempengaruhi kemampuan adsorpsi. Adanya gugus
benzena pada senyawa BADGE meningkatkan
kemampuan adsorpsi yang cukup besar dibandingkan
dengan EDGE dan DEGDE yang hanya mempunyai
gugus eter.
Example
Mg/Al LDH was successfully able to be synthesized from its
precursor Mg(NO3)2 and Al(NO3)3 through precipitation at pH
10.1. The synthesized Mg/Al LDH had basal spacing 7.67 Å with
nitrate and carbonate as the main anions in the interlayer space.
The application of the synthesized LDH for the sorption of HA
and FA only yielded very small basal spacing expansions, i.e.
0.02 and 0.08 Å, respectively. Therefore, the sorption of both FA
and especially HA was prefer to occur mainly on the outer
surface through first order sorption reaching equilibrium with
relatively high sorption rate constant of 5.50 x 10-3 min-1 for HA
and 6.72 x 10-3 min-1 for FA. The more ability of FA to intercalate
into the interlayer of Mg/Al LDH should be supported by its
smaller in size than HA, but this ability could not be maximized
due to the significantly lower sorption energy. With the sorption
capacity of 1.17 x 10-4 mol/g (69 mg/g) for HA and 8.46 x 10-4
mol/g (182 mg/g) for FA, the Mg/Al LDH became as one of the
most effective sorbents for those two organic compounds.
(Source: Santosa and Kunarti, Water Quality: Physical, Chemical
and Biological Characteristics, 2010)
VI. Acknowledgments
Contain information regarding:
 Funding sources
 Individuals helping the execution of experiment,
data analysis, etc.
 Individuals providing research facility, materials,
etc.
VII. List of Notations, Definitions, and Symbols
Contain list of notation, definitions, and symbols
especially the nonstandard of them
Example of Acknowledgments
The first author would like to acknowledge the financial
supports from the International Foundation of Science
(IFS) Sweden, through the Research Grant No.
W/3552-3 (December 19, 2008) and Fundamental
Research Program No. LPPM-UGM/749/BID.I/2011
(April 14, 2011) provided by Universitas Gadjah Mada,
Indonesia.
(Source: Santosa et al., Advances in Environmental
Research, 2012)
VIII. REFERENCES
List the references cited in the body of the paper !!!
Book:
Cargill, M. and O’Connor, P. (2009). Writing Scientific Research Articles :
Strategy and Steps, Wiley-Blackwell, Chicester, UK.
Chapter in a book:
Santosa, S.J. and Kunarti, E. (2010). High Performance Mg/Al Layered
Double Hydroxide Anionic Clay for Effective Removal of Dissolved
Humic and Fulvic Acids, In Water Quality: Physical, Chemical and
Biological Characteristics (Eds. K. Ertuo and I. Mirza), Nova Science
Publishers Inc., New York, Chap. 7, 187-200.
Journal:
Santosa, S. J., Siswanta, D., Kurniawan, A. & Rahmanto, W. H. (2007b).
J. Surf. Sci., 602, 5155.
Journal in press:
Santosa, S.J., Siswanta, D., Sudiono, S., and Utarianingrum, R. (2011).
App. Surf. Sci., in press (doi:10.1016/j.apsusc.2011.02.103)
Online source:
International Humic Substances Society, http://www.ihss.gatech.edu/.
1. Tatacara Perujukan
a. Perujukan berdokumen
 Sering dijumpai pada karya ilmiah bidang ilmu
sosial dan humaniora
 Informasi bibliografi sumbernya dituliskan
secara tepat dan sering lengkap sampai ke
halamannya
 Tempat pengacuan di dalam teks dilakukan
dengan angka terangkat (superscript) atau
tanda pengacuan berupa asterisk *, silang +,
pagar #, atau tanda-tanda lainnya
 Informasi bibliografi sumber diberikan di dasar
halaman (catatan kaki), atau di pengujung
karangan sebelum daftar rujukan (catatan
akhir)
Contoh:
Tujuan pendidikan di Indonesia bersifat holistik dan
integratif sehingga secara ideal semua aspek dalam
diri manusia dapat teraktualisasikan.33
Pada skala mikro, pemimpin yang dimaksud adalah
guru-guru sekolah di bawah koordinasi dinas yang
menjadi aktor dan kreator pendidikan karakter bagi
peserta didik.*
_____________________
33
Notonagoro, 1975, Pancasila Ilmiah Populer, Jakarta, Pancuran Tujuh,
hal. iv.
* Alfian, 1986, Ideologi, Idealisme dan Integrasi Nasional, Jakarta: Kinta,
hal. 78.
b. Perujukan berurutan
 Umum dipakai pada karya ilmiah bidang ilmu
eksakta
 Dilakukan langsung dalam teks dengan
menyebut sumbernya yang sering ditempatkan
di antara tanda kurung dengan bentuk yang
lazim berupa sistem nomor acuan (gaya
Vancouver) dan nama tahun (gaya Harvard)
Contoh:
 Kitosan mudah larut dalam kondisi asam, sehingga
membatasi penggunaanya sebagai adsorben [1].
 Salah satu cara membuat kitosan tahan terhadap
asam adalah dengan melakukan penautan-silang.2,10
 Sebagaimana dilakukan oleh Zhu et al.5), bahwa
polivinil klorida mampu menstabilkan kitosan beads.
 Glutaraldehid (GLA), epiklorhidrin (ECH), dan etilen
glikol diglisidil eter (EGDE) adalah preaksi yang
sering digunakan untuk menaut-silang kitosan
(Meneghetti et al., 2010; Vieira and Beppu, 2005).
 Viswanathan and Meenakshi (2010) melakukan
sintesis komposit kitosan hidrotalsit untuk
mengadsorp ion florida.
2. Units and Symbols
 The use of SI Unit is generally mandatory
 Nomenclature and symbols as recommended by
ASTM and IUPAC are generally accepted
3. Abbreviations
 Standard abbreviations should be used throughout
the paper including title and keywords
 Nonstandard abbreviations should be define when
first used in the abstract as well as in the body of
the paper
 Abbreviations should be restricted to a minimum
and be introduced only when repeated use in
forthcoming
 Abbreviation used only in a table or a figure may
be defined in the legend
Example of Abbreviations
AAQS, ambient air quality standards; ADB,
Asian Development Bank; AQM, air quality
management; GDP, gross domestic product;
PM, particulate matter; TSP, total suspended
particulates; UAQi SDP, Urban Air Quality
Improvement – Sector Development
Program
(Source: Santosa et al., Clean, 2008)

similar documents