Document 9654455

Report
Matakuliah
Tahun
: L0194 – Psikologi Kepribadian
: 2010
Kepribadian Marxian
Erich Fromm
Pertemuan 12
Kepribadian Marxian
Humanis Dialektik  perjuangan manusia yang pantang
menyerah peroleh kebebasan dan martabat, terkait
dengan kebutuhan manusia untuk berhubungan dengan
orang lain
Bina Nusantara
Kondisi Dasar Eksistensi Manusia
Manusia bersifat dualistik:
1. Manusia sebagai binatang dan sebagai manusia
2. Hidup dan Mati
3. Ketidaksempurnaan dan Kesempurnaan
4. Kesendirian dan Kebersamaan
Bina Nusantara
• Konflik dari lahir antara tesa dan antitesa eksistensi
manusia  dilema eksistensi
Contoh: Dilema kesendirian dan kebersamaan
seorang anak yang menuju otonomi diri  sendiri/
mandiri  merasa kesepian & tidak berdaya
jadi, kebebasan itu untuk apa?
Bina Nusantara
Cara hindari dilema eksistensi :
• Menerima otoritas dari luar
tunduk pada penguasa, penyesuaian diri dengan
masyarakat  perlindungan & rasa aman
• Bersatu dengan orang lain dalam kerjasama dan cinta,
ciptakan ikatan dan tanggung jawab bersama
Bina Nusantara
Kebutuhan Manusia
• Kebutuhan fisik  kebutuhan kebinatangan dari
manusia  makan, minum, seks, bebas rasa sakit
• Kebutuhan sesuai dengan eksistensi sbg manusia:
a. Kebebasan & Keterikatan
b. Memahami dunia
Bina Nusantara
A. Kebutuhan Kebebasan & Keterikatan
• Relatedness
> Mengatasi perasaan kesendirian dan terisolasi
> Kebutuhan bergabung dengan mahkluk lain
> Keinginan irasional pertahankan hubungan
dengan ibu, diwujudkan dengan solidaritas dengan
orang lain
> Positif : dasar: cinta, perhatian, dsb.
> Negatif: dasar: kepatuhan/ kekuasaan
Bina Nusantara
• Rootedness
> Kebutuhan mengikatkan diri dengan kehidupan
> Dengan menjadi bagian dari dunia, ada rasa
aman, tidak cemas, berada di tengah dunia yang penuh
ancaman
> ikatan fiksasi yang tidak sehat: identifikasikan diri
dengan satu situasi, dan tidak bergerak maju buat ikatan
baru
Bina Nusantara
• Transcendency
> Rasa tidak berdaya hadapi alam semesta
> Kebutuhan atasi rasa takut dan
ketidakpastian hadapi alam semesta
> Butuh peningkatan diri, atasi sifat pasif
menjadi aktif, bertujuan dan bebas, ciptaan
menjadi pencipta
> Positif >> menciptakan sesuatu
Negatif >> Menghancurkan
Bina Nusantara
• Unity
> Usaha atasi eksistensi keterpisahan antara
hakekat binatang dan manusia
untuk apa kejar kebebasan dan kemerdekaan
bila menjadi isolasi dan kesepian?
Butuh Unity
Berusaha menjadi manusia seutuhnya dg
berbagi cinta dan kerjasama  damaikan
kebinatangan dan kemanusiaan
Bina Nusantara
• Identity
> Kebutuhan menjadi “aku”
Kontrol nasib, ambil keputusan,
hidup adalah miliknya
> Ilusi identitas
> Orang sehat: identitas otentik
Pantang menyerah, tidak korbankan
individualitas untuk diterima di link.
Bina Nusantara
B. Kebutuhan Memahami & Beraktivitas
• Frame of Orientation
> Seperangkat keyakinan mengenai eksistensi
hidup, perjalanan hidup, tingkah laku (bagaimana
melakukannya), yang dibutuhkan untuk peroleh
kesehatan jiwa
> Kebutuhan untuk hidup bermakna dan dapat
meramalkan kompleksitas eksistensi
Bina Nusantara
• Frame of Devotion
> Kebutuhan adanya tujuan hidup yang mutlak
> Kebutuhan tempat untuk dapat terima
pengabdian >> hidup mjd bermakna
Bina Nusantara
• Excitation – Stimulation
> Kebutuhan melatih sistem syaraf untuk latih
kemampuan otak
> stimulus sederhana
> stimulus yang aktifkan jiwa
• Effectivity
Kebutuhan untuk sadari eksistensi diri,
melawan perasaan tidak mampu dan melatih
kompetensi
Bina Nusantara
Individu dengan mental sehat:
mampu bekerja secara produktif sesuai dengan tuntutan
lingkungannya, mampu terlibat dalam kehidupan sosial
yang penuh cinta
Normalitas:
keadaan optimal dari pertumbuhan (kemandirian) dan
kebahagiaan (kebersamaan) dari individu
Bina Nusantara
2 Cara peroleh makna dan kebersamaan:
• Kebebasan positif: menyatu dengan orang lain, tanpa
korbankan kebebasan dan integritas pribadi
 pendekatan humanistik: optimistik dan altruistik
• Peroleh rasa aman dengan tinggalkan kebebasan dan
serahkan individualitas dan integritas diri pada sesuatu
(orang/ lembaga)
 mekanisme pelarian; kalau hanya sekali waktu saja,
masih dapat wajar
Bina Nusantara
3 Mekanisme Pelarian:
• Authoritarianism
> serahkan kemandirian dan bergabung dengan
orang lain/ sesuatu guna peroleh kekuatan yang
dirasa tidak dimiliki:
a. Masokisme: perasaan dasar inferior, tidak
berdaya, lemah yang dibawa saat begabung, shg
kekuatan tsb menindas diri
b. Sadisme : redakan kecemasan dasar
- o.l bergantung pada diri kita
- eksploitasi dan ambil keuntungan
- lihat o.l sengsara fisik dan psikis
Bina Nusantara
• Destructiveness
> Dasar: rasa kesepian, isolasi, dan tidak berdaya
> Dilakukan dengan merusak/ membalas kekuatan
orang lain
> target dapat orang lain atau juga diri sendiri
> misal: pembunuh atau bunuh diri
Bina Nusantara
• Conformity
> Dasar: rasa sepi
dan tak berdaya
Menyesuaikan diri mjd mesin
Tidak tahu keinginan,
Otomatis terhadap otoritas yg anonim
Pikiran, perasaan sendiri
Dan adopsi kekuatan self tidak nyata
> Penyerahan
individualitas dan
menjadi apa saja
yang diinginkan
oleh kekuatan
dari luar
Bina Nusantara
Semakin menyesuaikan diri
Semakin merasa tidak berdaya
Tipologi Sosial
• Karakter manusia berkembang untuk gantikan insting
kebinatangan yang berangsur2 hilang sejalan dengan
perkembangannya
• Karakter dibentuk dan berkembang oleh social
arrangement .. Tekanan sosial untuk berperilaku dengan
cara tertentu…> survive
• Karakter sosial
> Productiveness : orientasi positif
> Non-Productiveness : orientasi negatif
Bina Nusantara
Productive vs Non-Productive
• Accepting vs Receptive
• Preserving vs Hoarding
• Taking vs Exploitative
• Exchanging vs Marketing
• Biophilous vs Nercophilous
Bina Nusantara

similar documents