5. pembuktian – haper - M. HAMIDI MASYKUR, SH, M.Kn

Report
LOGO
PEMBUKTIAN
Mohammad Hamidi Masykur
Contents
www.themegallery.com
1
Click to add Title
2
Click to add Title
3
Click to add Title
4
Click to add Title
Company Logo
www.themegallery.com
Company Logo
www.themegallery.com
Company Logo
:
Wahai orang-orang yang beriman ! Apabila kamu melakukan utang piutang untuk
waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya. Dan hendaklah seorang
penulis di antara kamu menuliskannya dengan benar. Janganlah penulis menolak untuk
menuliskannya sebagaimana Allah telah mengajarkan kepadanya, maka hendaklah dia
menuliskan. Dan hendaklah orang yang berutang itu mendiktekan, dan hendaklah dia
bertakwa kepada Allah, Tuhannya, dan janganlah dia mengurangi sedikitpun
daripadanya. Jika yang berutang itu orang yang kurang akalnya atau lemah
(keadaannya), atau tidak mampu mendiktekan sendiri, maka hendaklah walinya
mendiktekannya dengan benar. Dan persaksikanlah dengan dua orang saksi laki-laki di
antara kamu. Jika tidak ada (saksi) dua orang laki-laki, maka (boleh) seorang laki-lakidan
dua orang perempuan di antara orang-orang yang kamu sukai dari para saksi (yang
ada), agar jika seorang yang lupa maka yang seorang lagi mengingatkannya. Dan
janganlah saksi-saksi itu menolak apabila dipanggil. Dan janganlah kamu bosan
menuliskannya, untuk batas waktunya baik (utang itu) kecil maupun besar. Yang
demikian itu, lebih adil di sisi Allah, lebih dapat menguatkan kesaksian, dan lebih
mendekatkan kamu kepada ketidakraguan, kecuali jika hal itu merupakan perdangan
tunai yang kamu jalankan di antara kamu, maka tidak ada dosa bagi kamu jika tidak
menuliskannya. Dan ambillah saksi apabila kamu berjual beli, dan janganlah penulis
dipersulit dan begitu juga saksi. Jika kamu lakukan (yang demikian), maka sungguh, hal
itu suatu kefasikan pada kamu. Dan bertakwalah kepada Allah, Allah memberikan
pengajaran kepadamu, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.
www.themegallery.com
Company Logo
DEFINISI
 M.Yahya Harahap
 Pembuktian adalah Ketentuan-ketentuan yang pada
dasarnya dikatakan sebagai alat yang akan
membawa pihak-pihak yang berperkara itu kearah
kewenangannya atau tidak
 Abdul Kadir Muhammad
 Pembuktian secara Yuridis adalah menyajikan faktafakta yang cukup menurut hukum untuk memberikan
kepastian kepada Majelis Hakim mengenai terjadinya
peristiwa atau hubungan.
www.themegallery.com
Company Logo
TUJUAN PEMBUKTIAN
 Memberikan kepastian kepada hakim tentang
adanya peristiwa-peristiwa tertentu
 Kepastian yang didasarkan atas perasaan belaka (Conviction in
Time)
 Kepastian yang didasarkan atas pertimbangan akal, maka oleh
karena itu disebut (Conviction raisonnee)
 Untuk Mengambil Putusan Yang Bersifat Definitif,
Pasti dan tidak meragukan yang mempunyai akibat
hukum
 Pembuktian dalam arti yuridis tidak lain merupakan pembuktian
“historis”: mencoba menetapkan apa yang telah terjadi secara
konkreto.
www.themegallery.com
Company Logo
Apakah semua harus dibuktikan?
 Peristiwa tidak perlu dibuktikan
 Dalam hal dijatuhkan Verstek
 Tergugat Mengakui gugatan Penggugat
 Hakim Secara Ex Officio dianggap mengenal
peristiwanya
 Peristiwa Notoir : fakta-fakta yang sudah diketahui oleh umum
atau khalayak ramai
 Peristiwa Prosesuil :Kejadian yang dianggap diketahui oleh
Hakim: ‘pihak tergugat tidak datang, tergugat mengakui gugatan,
para pihak mengajukan barang bukti.
 Pengetahuan Tentang Pengalaman
 Mobil Lari dengan kecepatan 100 km/perjam tidak mungkin
dihentikan seketika
 Barang yang berat apabila di lempar keatas akan jatuh kebawah
www.themegallery.com
Company Logo
BEBAN PEMBUKTIAN
 Pasal 163 HIR ,RBG Beban pembuktian
– Pihak yang mengatakan mempunyai hak harus
membuktikan haknya itu, biasanya penggugatlah yang
mengatakan mempunyai hak, maka penggugatlah yang
harus diberi beban pembuktian terlebih dahulu.
– Pihak yang menyebutkan suatu peristiwa untuk
meneguhkan haknya maka harus membuktikan
adanya peristiwa tersebut; siapa yang menyebutkan
apakah Penggugat atau Tergugat.
– Pihak yang menyebutkan suatu peristiwa untuk
membantah hak orang lain harus membuktikan
adanya peristiwa tersebut, tergantung siapa yang
menyebutkan apakah Tergugat atau Tergugat
Dalam Pasal BW dan Wvk
 Pasal 1244 BW tentang keadaan memaksa
(overmacht,
forcemajeur)
beban
pembuktiannya ada pada debitur
 Pasal 1365 BW tentang Perbuatan Melawan
Hukum
(ontrechtmatige
daad)
beban
pembuktian ada pada pelanggar (actor)
 Pasal 1394 BW tentang sewa menyewa dan
bunga yang harus dibayar, beban pembuktian
ada pada debitur yang sudah membayar cicilan.
 Pasal 1977 BW tentang Bezit atas benda
bergerak, beban pembuktian ada pada pemilik
sebenarnya (eigenar,owner)
 Pasal
486
ayat
(2)
WvK
tentang
pengangkutan(vervoer,transport)
beban
pembuktian ada pada pengangkut barang.
PERBANDINGAN ALAT BUKTI
PERDATA/PIDANA
 Jenis alat bukti Pasal 184 KUHAPidana
1.
2.
3.
4.
5.
Keterangan saksi
Keterangan ahli
Surat
Petunjuk
Keterangan Terdakwa
 Jenis alat bukti Pasal 1866 KUHPerdata
1.
2.
3.
4.
5.
Bukti tulisan
Bukti dengan saksi
Pesangkaan
Pengakuan
Sumpah
Batas Minimal pembuktian
berdasarkan Pasal 183 KUHAP
Sekurang- kurangnya dua alat bukti
yang sah memenuhi syarat formil dan
materiil
Batas minimal itu, berlaku secara
umum untuk semua jenis alat bukti
Pada sistem pembuktian acara pidana
tidak dikenal alat bukti yang memiliki
kekuatan pembuktian yang sempurna
dan menentukan, seluruh jenis alat
bukti,
hanya
mempunyai
nilai
kekuatan pembuktian bebas.
Pada Perdata
Setiap alat bukti memiliki batas
minimal pembuktian yang berbeda
antara satu dengan yang lain. begitu
juga dengan nilai pembuktian yang
melekat pada masing-masing tidak
sama
SURAT
NO
JENIS ALAT
BUKTI
NILAI KEKUATAN
BATAS MINIMAL
01
SURAT
Akta Otentik
1. Sempurna
2. Mengikat
1. Cukup pada dirinya
sendiri
2. Dapat berubah menjadi
bukti permulaan tulisan
.
02
Akta dibawah
tangan
Baru
Mempunyai 1. Mampu berdiri sendiri
kekuatan
pembuktian
tanpa bantuan alat bukti
apabila
memenuhi
lain.
syarat
formil
dan 2. Nilai kekuatan & batas
materiil
(para pihak,
minimal dapat berubah
ttd, isi & ttd diakui)
- diajukan bukti lawan
- isi & ttd diingkari
SURAT
NO
03
JENIS ALAT
BUKTI
Akta Sepihak
NILAI KEKUATAN
Syarat formil
-Dibuat /ditulis tangan
sendiri
-Memuat ttd pembuat
Syarat materiil
-Memuat pengakuan
utang/penyerahan
barang
-Jumlah ttt/ barang ttt
BATAS MINIMAL
1. Sama dengan batas
minimal AO & ABT
2. Sempurna dan berdiri
sendiri.
3. Nilai kekuatan & batas
minimal dapat berubah
SAKSI
N
O
04
JENIS ALAT
BUKTI
SAKSI
NILAI KEKUATAN
Bersifat bebas P.1908
KUH Perdata & 172 HIR
Kebenaran
yang
terkandung
dalam
keterangan saksi
1. Tidak sempurna &
tidak mengikat
2. Hakim tidak wajib
terikat
u
menerima/menolak.
BATAS MINIMAL
P. 1905 KUHPerdata &P.
169
1. Unus Testis Nullus
Testis
2. Paling sedikit dua
orang
3. Paling sedikit 1 orang
saksi, ditambah satu
alat bukti lain
PENGAKUAN
N
O
05
JENIS ALAT
BUKTI
SAKSI
NILAI KEKUATAN
BATAS MINIMAL
Pengakuan murni dan Mampu
berdiri
sendiri
Bulat
tanpa tambahan atau alat
-Pengakuan
tanpa bukti lain
syarat atau klausul
-Diam
tanpa
pengingkaran
(tanpa
jawaban)
-Pengingkaran
tanpa
alasan
P.1925 KUHPerdata, P.
174 HIR pengakuan spt
diatas
nilai
kekuatannya:
1. Sempurna
2. Mengikat
3. Menentukan
PERSANGKAAN
N
O
JENIS ALAT
BUKTI
06
PERSANGKAA
N
NILAI KEKUATAN
BATAS MINIMAL
P.1916
KUHPerdata, 1. Alat bukti tsb dapat
persangkaan menurut
berdiri sendiri tanpa
UU adalah persangkaan
bantuan alat bukti lain
berdasar
suatu 2. Terpenuhi
Batas
ketentuan pasal khusus
minimal pembuktian.
undang-undang
3. Apabila tidak terpenuhi
berkaitan
dengan
turun
menjadi
alat
perbuatan
atau
bukti permulaan
peristiwa ttt.
Nilai
kekuatan
pembuktian
yang
melekat
padanya
bersifat:
-Sempurna, Mengikat
-Memaksa
PERSANGKAAN
N
O
JENIS ALAT
BUKTI
NILAI KEKUATAN
BATAS MINIMAL
07
PERSANGKAA
N YANG
DITARIK DARI
FAKTA
PERSIDANGAN
- Nilai pembuktiannya 1. Tidak bisa berdiri
diserahkan
kepada
sendiri
hakim
2. Minimal harus ada dua
-Sifat
kekuatannya
persangkaan
bersifat bebas
3. Satu persangkaan
ditambah dengan 1
alat bukti
SUMPAH: (1)Menentukan,
(2)Tambahan
N
O
JENIS ALAT
BUKTI
08
SUMPAH
MENENTUKAN
NILAI KEKUATAN
BATAS MINIMAL
P.1930 KUHPerdata:
1. Secara mutlak berdiri
1. Kesempurnaan,
sendiri tanpa bantuan
kekuatan mengikat
dari pihak lain
dan
memaksanya 2. Bahkan pasal 177 HIR
adalah mutlak
melarang
permintaan
2. Pengguguran hanya
menambah alat bukti
mungkin dilakukan
lain
berdasar
putusan
pidana yang telah
berkekuatan hukum
tetap atas kejahatan
sumpah palsu
SUMPAH
N
O
09
JENIS ALAT
BUKTI
SUMPAH
TAMBAHAN
NILAI KEKUATAN
BATAS MINIMAL
Nilai
kekuatannya 1. Jika
tuntutan
atau
bersifat mutlak dan
tangkisan
tidak
memaksa
terbukti
dengan
-Sempurna
sempurna
-Tidak boleh dimnta 2. Jika
tuntutan
atau
bukti lain
tangkisan juga tidak
-Hakim
terikat
sama sekali terbukti
menerima
kebenarannya
-Alat
bukti
tambahan
tidak dapat berdiri sendiri
-Hanya dapat ditegakkan
diatas alat bukti lain
-Berfungsi
untuk
menambah kesempurnaan
alat bukti permulaan yang
ada.
KEKUATAN PUTUSAN AKHIR
 Kekuatan Mengikat (pasal 1917 BW)
 Positif: apa yang telah diputuskan oleh hakim harus dianggap benar res
judicata pro veritate habitur.(1917,1920BW)
 Negatif: Hakim Tidak boleh memutuskan perkara yang telah diputus
sebelumnya nebis in idem (134 Rv)
 Kekuatan Pembuktian
 Pasal 1916 ayat (2) BW
 Kekuatan Eksekusi
 Putusan harus mempunyai kekuatan hukum yang pasti inkracht van
gewijsde
 Kepala Putusan di dahului Bismillahirrahmanirrahim (pasal 57 ayat 2
UU No 7 Tahun 1989) dan Demi Keadilan Berdasarkan Ketuhanan
Yang Maha Esa (Pasal 57 ayat 2 UU No 7 Tahun 1989
 Keputusan yang berlaku di peradilan Umum menurut pasal 4 ayat 1 UU
No 4 Tahun 2004 tentang Kekuasaan Kehakiman “ Demi Keadilan
Berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa”
www.themegallery.com
Company Logo
LOGO
www.themegallery.com

similar documents